Mendongkrak IPM dengan Kampung Pendidikan

207

Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi), Ketua DPRD Tongat, Ketua Komisi IV DPRD HR Bambang Irawan, Anggota DPR Utut Adianto dan Forkompimda melepaskan burung merpati menandai pencanangan Kampung Pendidikan, di Desa Kalitinggar, Kecamatan Padamara, Senin (8/4). (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA, WAWASANCO-Pemkab Purbalingga, Senin (8/4). mencanangkan pendirian Kampung Pendidikan. Pilot Project pertama ada di Desa Kalitinggar, Kecamatan Padamara. Salah satu tujuan pendiriannya adalah untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) dalam kesempatan tersebut menyampaikan  Kampung Pendidikan ini merupakan gerakan bersama untuk melenyapkan angka putus sekolah dan meningkatkan angka partisipasi sekolah.

Program tersebut akan dimulai dari keawasan masyarakat untuk segera melaporkan kepada pemerintah apabila ditemukan anak usia sekolah yang putus sekolah. “Saya tekankan kepada bapak-ibu sekalian (Warga Desa Kalitinggar) agar sekarang proaktif jika mendapati ada Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (AUSTS) untuk didata diserahkan kepada Kades, Korwilcam ke Dindik atau saya langsung nanti akan saya gelontorkan bantuan agar bagaimana anak-anak di Kalitinggar ini bisa sekolah,” paparnya.

Menurutnya Kampung Pendidikan bagian dari salah satu solusi akan keprihatinan masih adanya anak-anak yang putus sekolah, angka partisipasi sekolah yang belum tuntas dan rata-rata lama sekolah yang rendah. Plt Bupati Tiwi memaparkan saat ini di Purbalingga angka partisipasi sekolah tingkat SD masih 95?n SMP masih 78%, bahkan rata rata lama sekolah di Purbalingga masih 6,87 tahun atau sampai SMP kelas 1. “Saya miris dengan angka itu,” katanya.

Padahal pendidikan menjadi salah satu indikator dalam pengukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini 70,53% di tahun 2017.Tingkat pendidikan yang rendah membuat IPM Kabupaten Purbalingga berada di urutan ke 27 dari 35 kabupaten/kota di Jateng.  Kampung pendidikan, merupakan program yang melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama tomas untuk menjadi penggerak, pembantu agar permasalahan pendidikan di Kalitinggar bisa dientaskan.

“Sebab kadang alasan anak putus sekolah tidak mesti karena faktor ekonomi. Tapi juga faktor keluarga, oleh karena itu kami ajak para tokoh  masyarakat dan tokoh agama untuk memberi dorongan moral agar mereka tidak sampai putus sekolah,” imbuhnya.

Ketua Komisi IV DPRD Purbalingga HR Bambang Irawan menambahkan pendirian Kampung Pendidikan melupakan inovasi cerdas untuk membangun manusia. Menurutnya dengan naiknya tingkat pendidikan dan membaiknya IPM membuat Purbalingga lebih maju. “Kampung Pendidikan merupakan rintisan yang harus didudung bersama,’ tegasnya.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt