Purbalingga Surplus Beras 69.798 Ton

136

Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada petani saat acara Gerakan Percepatan Tanam Padi di Desa Grantung, Kecamatan Karangmoncol, Selasa (9/4).(Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA, WAWASANCO-Kabupaten Purbalingga surplus beras 69.798 ton pada tahun 2018. Capaian tersebut lebih baik dari dua tahun sebelumya yakni pada tahun 2017 sebesar 53 ribu ton dan 2016 sebesar 51 ribu ton.  Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga, Lily Purwati seusai kegiatan Gerakan Percepatan Tanam Padi di Desa Grantung, Kecamatan Karangmoncol, Selasa (9/4). “Jadi, ada peningkatan yang lumayan segnifikan,” katanya.

Ia menjelaskan dari luasan panen 42.346 hektare dengan produktifitas rata-rata mencapai 66,44 kuintal per hektare. Diproduksi menjadi gabah kering giling(GKG) 281.368 ton dengan rendemen beras sebesar 63% menghasilkan dengan 177.825 ton beras. "Penyusutan sebesar 10,49%. Jadi, produksi netto beras 159.171 ton. Sedangkan, kebutuhan beras untuk masyarakat Purbalingga selama satu tahun sebanyak 89.373 ton, surplus 69,798 ton," sambungnya.

Dipaparkan,  luas tanam padi pada periode Oktober 2018 sampai Maret 2019 telah mencapai 19.975 Ha. "Tercapai 43,67 ?ri target luas tanam dari Kementrian Pertanian pada periode Oktober 2018 sampai September 2019 yaitu 45.733 Ha," katanya.

Untuk mendukung capaian tersebut, Dinpertan Purbalingga berupaya mensosialisasikan penggunaan varitas ungul yang tahan hama. "Tahun kemarin serangan wereng cukup banyak. Namun, petani kita juga sudah mulai pintar dengan menanam varitas inpari yang tahan wereng, tahun 2019 pun sama,"katanya. 

Percepatan tanam padi dilakukan bulan April sehingga akan siap panen bulan Juni nanti. "Juni diprediksi masuk kemarau, nanti setelah panen juga dilakukan gerakan gropyokan.untuk mengatisipasi serangan hama tikus," imbuhnya.Sementara itu, Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) mengatakan perlunya intensifikasi pertanian. Di Jawa khususnya untuk perluasan tanah sangat tidak memungkinankan karena padatnya penduduk. "Dengan bantuan alsintan (alat mesin pertanian) dan bantuan rehabilitasi irigasi ini diharapkan  dapat meningkatkan hasil produksi pertanian di Kabupaten Purbalingga," katanya.

Dalam kesempatan itu Tiwi menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada perwakilan petani. Disampaikan, Kementerian Pertanian memberikan bantuan 41 unit alat tanam padi (Transplater) kepada petani di Kabupaten Purbalingga. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung program Upaya Khusus Swasembada Padi Jagung dan Kedele (Upsus Pajale) di Purbalingga.

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt