Membangun Magelang Perlu Sinergitas

28

Tim penilai melakukan peninjauan di beberapa tempat, antara lain, Puskesmas Borobudur dan Kampung KB di Desa Polengan, Kecamatan Srumbung. Foto ali subchi

KOTA MUNGKID, WAWASANCO- Pembangunan di Kabupaten Magelang, membutuhkan sinergitas dari semua lini dan stakeholder. Tujuannya, agar Kabupaten Magelang ke depan jauh lebih baik, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kabupaten Magelang."Tahun 2019 ini, adalah periode ke-2 saya, sehingga harus lebih baik," kata  Bupati Magelang, Zaenal Arifin, saat menerima kunjungan Tim Peninjau Lapangan Calon Penerima Satyalencana Pembangunan dan Satyalencana Wirakarya Tahun 2019, di Ruang Kerja Bupati, Selasa (9/4)

Menurut Bupati Zaenal Arifin SIP, bersama Wakil Bupati Edy Cahyana, memiliki janji politik yang harus dikerjakan. Secara garis besar, sudah disampaikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kabupaten Magelang, tentu akan dilaksanakan di 21 kecamatan di Kabupaten Magelang. Kabupaten Magelang, memiliki wilayah 108.573 hektar, hal tersebut akan menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Magelang untuk bisa meningkatkan kesejahteraan kepada masyarakat.

Melalui RPJMD Kabupaten Magelang yang baru, lanjut Zaenal, Pemerintah telah membagi menjadi tiga klasifikasi besar,  yaitu hubungan kita dengan tuhan, hubungan kita dengan sesama manusia, dan hubungan kita dengan alam. "Tiga hal inilah yang melatarbelakangi RPJMD kami ke depan di 2019-2024 nanti," ungkap Zaenal.

Untuk itu,  Zaenal juga berkomitmen untuk bagaimana menghadirkan sumber daya manusia yang unggul, tangguh, dan berdaya saing di tengah-tengah persaingan global yang sangat luar biasa. "Maka untuk menuju generasi emas di tahun 2025 nanti, kami akan bersinergi dengan seluruh stakeholder, terutama dibidang kesehatan, pendidikan dan lainya," tuturnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Tanti Zaenal Arifin, dalam paparannya mengatakan bahwa, sesuai dengan visi Kabupaten Magelang yang 'Sedaya Amanah' juga akan selaras dengan visi tim penggerak PKK Kabupaten Magelang melalui 10 program pokok PKK. "Untuk kegiatan yang sudah kami lakukan di tim penggerak PKK dalam upaya pembangunan keluarga yaitu, dengan dilakukannya sosialisasi edukasi tentang pola asuh anak dan remaja dalam keluarga dengan penuh cinta dan kasih sayang," jelas Tanti.

Selain itu pihknya juga telah melakukan orientasi partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan dan sosialisasi yang terus dilakukan terkait dengan kependudukan, tentang akte kelahiran, KIA, dan pemberdayaan kader lansia dan keluarganya. "Untuk IVA tes, kami bekerja sama dengan lintas sektor. Dan pada tahun 2017 untuk cakupan IVA Tes di Kabupaten Magelang telah memperoleh juara l di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Saat ini total cakupan IVA tes di Kabupaten Magelang mencapai 13.000," jelas Tanti.

Kepala Bagian Penganugerahan Kementerian Sekretariat RI, Erwan Hartono, menuturkan, baru kali ini pihaknya melakukan penilaian kepada bupati terkait pembangunan di Kabupaten Magelang. "Jadi kedkami kesini untuk melihat secara langsung apa yang sudah diusulkan oleh BKKBN pusat. Secara teknis sebetulnya sudah dinilai oleh BKKBN pusat, dan kami tinggal memberikan semacam resume setelah itu akan ditetapkan oleh keputusan Presiden, sehingga pemberian penghargaan ini tepat sasaran," ungkap Erwan.

Untuk itu, tambah Erwan, maka tim kami nanti juga akan melakukan peninjauan ke lapangan untuk melihat secara langsung tentang bagaimana kegiatan yang ada di desa. "Kami juga perlu melakukan wawancara langsung kepada Kepala Desa dan beberapa warga, terkait hal tersebut sebagai bahan laporan kami," ujarnya.

Penulis : as
Editor   : jks