KPU Blora Puas dengan Uji Coba Situng Pemilu 2019

154

KPU Kabupaten Blora menggandeng Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR) Cepu sebagai operator Situng Pemilu 2019. Foto : Wahono

BLORA, WAWASAN.CO – KPU Kabupaten Blora menggelar uji coba sistem informasi penghitungan suara (Situng) secara nasional Pemilu 2019. Program uji coba yang didukung 25 tenaga operator berjalan lancar. Uji coba dilaksanakan di   data KPU, Rabu (10/4), di bawah koordinasi Divisi Teknik Penyelenggaraan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setepat, Achmad Husain. “Kali ini uji coba nasional Situng Pemilu 2019 adalah tahap ke-3, semua lancar dan kami puas dengan pelaksanaan ini,” beber Husain.

Diakuinya, meski uji coba berjalan lancar, pihaknya akan tetap menjaga sistem yang sudah tertata baik, dan cara mengentri data yang sudah bagus, akan dikelola dengan baik untuk keperluan pelaksanannya nanti.

Ditambahkan Husain, uji coba melibatkan 25 tenaga operator sebagian besar dari mahasiswa Sekolah Tinggi Tehnologi Ronggolawe (STTR) Cepu, Blora, dimulai tepat pukul 10:00 WIB.

Proses uji coba Situng, antara lain dengan cara mengentry, mengunggah dan pindai fomulir mode C, dan C1 dati setiap TPS yang ada di kabupaten penghasil kayu jati. “Keberadaan 25 tenaga operator, adalah tim inti pengentri dan pindai fomulir mode C, dan C1,” jelas Divisi Teknik Penyelenggaraan KPU, Achmad Husain.

Tidak Bersamaan

Menurutnya, sistem informasi penghitungan suara yang populer disebut Situng Pemilu 2019, hampir sama dengan situng Pemilu 2014. Perbedaannya, jelas Husain, hanya terletak pada waktu pemindaian formulir C1, yaitu formulir yang berisi hasil penghitungan suara pemilu di tempat pemungutan suara (TPS).

Pada Pemilu 2014, pemindaian (scanning) formulir (form) pileg dan pilpres tidak dilakukan secara bersamaan, karena pemilu tidak dilaksanakan secara serentak. Sementara, pada Pemilu 2019, pemindaian C1 akan dilakukan berbarengan, karena  Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) digelar bersamaan. “Mekanismenya, pemindaian C1 dilakukan di tingkat kecamatan, dan kabupaten,” jelas Husain.

Jadi, lanjutnya lagi, setelah dipindai, data dari C1 akan dipublikasikan melalui situng. Dari situ, masyarakat dan pihak-pihak yang terlibat dalam proses pemilu akan mudah mendapatkan informasi.

 

Penulis : wah
Editor   : wied