Wong-wongan Sawah Ramaikan Festival BudayaPemalang


Salah satu boneka (wong-wongan) sawah yang dibuat dalam Festival Wong-wongan Sawah di Serang Pemalang. Foto : Probo Wirasto.

PEMALANG,WAWASANCO - Kurang lebih 100 boneka sawah atau biasa disebuat masyarakat sebagai wong-wongan sawah, meramaikan Gelar Seni Budaya Pemalang yang bertempat di Balai Desa Serang Kecamatan Petarukan. Menurut Ketua Panitia , Andi Rustono, kegiatan dilakukan bertujuan melestarikan budaya di kalangan petani yang saat ini sudah mulai punah.

Menurut Andi, kebiasaan petani membuat wong-wongan sawah sebenarnya mengandung berbagai filosofi selain nilai seni. Bahkan keberadaannya juga tidak merusak lingkungan karena hanya mengusir hama burung bukan mematikan, selain itu dulu saat masih banyak setiap sore biasanya areal persawahan akan ramai dengan bebunyian yang dikeluarkan sehingga menjadi harmoni tersendiri.

"Kurang lebih ada 100 boneka yang dibuat oleh petani dalam festival, dalam kegiatan yang diprakarsai Laskar Banyu Aji yang beranggotakan para Ulu-ulu Vak atau petugas pengatur air irigasi sawah," tandasnya, Minggu (14/4).

Dalam kegiatan tersebut juga ditampilkan sejumlah kesenian tradisional seperti tari jaran ebek, hadrah dan panggung musik termasuk orasi politik dan budaya dari sejumlah tokoh yang salah satunya adalah Bupati Pemalang Junaedi, yang dalam kesempatan tersebut hadir sebagai kader partai PDIP.

Ketua Panitia kegiatan menambahkan bahwa Ke depan festival ini akan dilestarikan agar wong-wongan menjadi sebuah karya seni bernilai, jadi tidak hanya dilaksanakan sekali saja melainkan terus-menerus. Sehingga tidak akan punah dan hanya menjadi kenangan cerita bagi generasi muda ke depan.

 

Penulis : pw
Editor   : wied