Tiwi : Saya Tidak Sempurna, Mohon Direwangi……


Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) menerima ucapan selamat dari Forkompimda Purbalingga usai dilantik sebagai bupati sisa masa jabatan 2016-2021, di Semarang, Jumat (12/4). (Foto :Dok)

PURBALINGGA, WAWASANCO- Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi)  menyampaikan permohonan doa restu dan dukungan seluruh warga Purbalingga atas amanah yang diembannya yaitu memimpin Purbalingga sampai tahun 2021. Tiwi pada Jumat (12/4)  dilantik Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi Bupati sisa masa jabatan 2016-2021.

“Saya ini sama-sama rakyat, hanya saja diberi kepercayaan menjalankan tugas sebagai Bupati Purbalingga. Sebagai manusia biasa pastinya tidak sempurna banyak kekurangan dan kekhilafan, untuk itu mohon direwangi, disengkuyung sehingga dalam menjalankan roda pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Purbalingga menjadi lebih baik lagi. Sehebat apapun saya tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh masyarakat Purbalingga,’ kata Tiwi, saat kegiatan do’a bersama dalam rangka sukses Pemilu 2019 damai dirangkai tasyakuran pelantikan Bupati Purbalingga di pendopo Dipokusumo Kabupaten Purbalingga, Sabtu (13/4) malam.

Seperti diberitakan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melantik Dyah Hayuning Pratiwi menjadi Bupati Purbalingga sisa masa bhakti 2016-2021 di Gedung Gedung Gradika Bhakti Praja, kompleks Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jum'at (12/4). Pelantikan dihadiri Forkompinda Purbalingga, Sekretaris Daerah, dan para kepala pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Ganjar Pranowo dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada terlantik agar bisa menciptakan pemerintahan yang bersih. Kedua memberikan pelayanan publik yang mudah, murah dan cepat. " Untuk membuat pemerintahan yang bersih biasanya banyak mendapatkan tantangan baik dari dalam maupun luar," katanya.

Untuk menghadapi hal tersebut menurut Ganjar diperlukan instrumen yang memadai. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi bisa membuat pelayanan dan pengawasan menjadi semakin baik. " Namun kadang masyarakat masih menginginkan kepala daerah untuk meninjau permasalahan yang ada di masyarakat," tambahnya. 

Ganjar juga mengapresiasi adanya penurunan angka kemiskinan di Purbalingga. Kemiskinan menjadi permasalahan yang mendasar, sehingga diperlukan " metode keroyokan" untuk menanggulangi. Salah satunya menggunakan dana CSR. Kemudian optimalisasi Badan Amal Zakat  (Baznas) untuk mendorong pengurangan angka kemiskinan. Bersamaan dengan acara tasyakuran di Pendapa Dipokusumo, Sabtu (13/4) malam, juga dilaksanakan malam hiburan dan makanan gratis sebanyak 5000 porsi untuk warga. Kegiatan dipusatkan di alun-alun.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt