Pemkot Magelang Komitmen Bantu Warga Kena Musibah

45

Walikota Magelang Sigit Widyonindito menyerahkan bantuan kepada Arif Hidayat, warga 01 RW 19 Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang yang atap rumahnya ambruk. Foto: Widiyas Cahyono

MAGELANG, WAWASANCO- Pemerintah Kota Magelang berkomitmen  membantu meringankan warganya yang terkena musibah. Seperti yang dialami  keluarga Arif Hidayat, warga RT 01 RW 19 Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang yang beberapa waktu lalu, atap rumahnya ambruk.

“Sudah menjadi suatu kebiasan dari Pemkot Magelang bila ada warga yang terkena musibah, saya meminta agar camat, lurah langsung bentuk panitia sampai tingkat RT/RW untuk segera menanganinya,” kata Walikota Magelang Sigit  Widyonindito saat meninjau rumah Arif Hidayat, Senin ( 15/4).

 Sigit juga mengaku ikut prihatin atas musibah yang menimpa keluarga Arif Hidayat dan mendorong masyarakat sekitarnya  untuk selalu mengedepankan gotong royong membantu sesama yang membutuhkan.

Pada kesempatan itu, secara pribadi ia  menyerahkan bantuan dana  sebesar Rp 5 juta. Selain itu, dari  PMI Cabang Kota Magelang  dan Baznas Kota Magelang  juga  ikut meringankan beban dengan menyerahkan bantuan sebesar Rp 1,5 juta dari PMI  dan Rp 5 juta dan Baznas Kota Magelang . Sementara  Dinas Sosial setempat juga  membantu dengan memberikan perlengkapan rumah tangga  dan terpal tenda yang untuk sementara digunakan sebagai pengganti atap rumah yang ambruk.

"Manfaatkan dengan baik bantuan ini. Jangan melihat nominal bantuan. Kalau ada saudara kita yang perlu dibantu ya dibantu,” katanya.

Pada kesempatan itu, Sigit mengapresiasi langkah cepat yang diambil Pemerintah Kecamatan Magelang Tengah dan Kelurahan Rejowinangun Utara yang secara cepat  telah membentuk panitia pembangunan rumah yang rusak  tersebut.

Sementara itu, Arif Hidayat mengaku bersyukur mendapat bantuan  dan perhatian dari Walikota Magelang dan jajarannya yang telah membantu meringankan bebannya, terutama untuk membangun kembali atap rumahnya.

Menurutnya,  atap rumah yang ditempatinya runtuh  tersebut terjadi pada Jumat (12/4) lalu sekitar pukul 07.30 WIB. Runtuhnya atap ini diperkirakan karena faktor usia, mengingat hari itu tidak terjadi hujan deras atau angin kencang.

 Ia mengaku masih beruntung, karena saat kejadian tersebut,  rumahnya  dalam kondisi tidak berpenghuni. Karena, dirinya  sudah bekerja di toko buah dan istri serta anak sedang berbelanja di pasar. Sehingga, dalam kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa.

“Sementara atap rumah pakai terpal yang dibuat oleh warga sekitar secara gotong royong. Sehingga, kami masih bisa menempati rumah ini tanpa harus mengungsi,” ujarnya.

Penulis : widias
Editor   : jks