1500 Kacamata Gratis untuk Siswa SD/MI

74

Beberapa siswa secara bergiliran memeriksakan matanya untuk mendapatkan kacamata gratis. Foto. Eko Saputro

SLAWI, WAWASANCO- Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Tim Penggerak PKK setempat membagikan sebanyak 1.500 kacamata secara gratis kepada siswa-siswi SD/MI yang memiliki gangguan mata. Untuk tahap pertama, sebanyak 324 pelajar Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) tersebut, menerima pemeriksaan mata dan kacamata di Gedung PKK Kabupaten Tegal, Senin (15/4).

Ketua TP PKK Kabupaten Tegal, Sisca Zulistia Sabilillah Ardie, menyampaikan, bantuan kacamata gratis ini berasal dari para donatur yang dikoordinir oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal. Donatur tersebut antara lain CSR dari Bank BNI 46,ayopeduli.com, Antangin dan masih banyak lagi.

“Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal telah bekerja  sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendata siswa SD/MI yang mengalami gangguan mata untuk diperiksa kesehatan matanya di Puskesmas. Selanjutnya data dari Puskesmas didata ulang untuk dikelompokkan per kecamatan,” kata Sisca.

Dia menambahkan, dari data yang masuk tersebut maka, kemudian dilakukan pemeriksaan kembali oleh Yayasan Bina Bangsa Jakarta hari ini di Gedung PKK.. “Untuk pemeriksaan sementara bertahap dengan jumlah tersebut di atas. Jika bisa diselesaikan dalam satu hari, insya Allah minggu depan kita lanjutkan kembali," paparnya .

Sisca mengemukakan, untuk kedepannya program ini akan ditingkatkan tidak hanya untuk siswa SD/MI saja namun untuk tingkatan diatasnya seperti SMP, SMA/sederajat. Ketua Yayasan Bina Bangsa, dr Nizar Shihab, menuturkan,  biasanya sekitar 8-10% anak-anak membutuhkan kacamata. Namun, kebayakan dari mereka tidak mengetahuinya. Jadi jika ada penyerahan 1500 kacamata gratis seharusnya ada 15 ribu anak yang diperiksa matanya. Salah seorang siswa, Khasanatun Nisa, mengaku senang mendapatkan bantuan kacamata. “Dengan bantuan kacamata ini, saya sekarang sudah bisa melihat dengan jelas ketika membaca buku pelajaran.  Insya Allah, dengan kacamata ini belajar jadi lebih giat," terang Nisa.

Penulis : ero
Editor   : edt