Wali Kota Magelang Ajak Warganya Tidak Golput

62

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito didampingi Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina dan Ketua DPRD Kota Magelang Budi Prayitnosaat meninjau Tempat Pemungutan Suara (TPS)  Kelurahan Kramat Selatan, Kecamatan Magelang Utara yang ada di SD Kedungsari 1 . Foto: Widiyas Cahyono

MAGELANG-Wawasan.co-Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito berharap masyarakat Kota Magelang  menggunakan hak suaranya dan datang ke masing-masing tempat pemungutan suara (TPS) pada pemilihan presiden dan pemilihan legislatif.

“Masyarakat untuk jangan sampai golput. Karena  satu suara sangat berarti untuk menentukan pemimpin bangsa dan wakil kita, salurkan hak pilih,” kata Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito saat meninjau tiga TPS di Kota Magelang, Rabu (17/4).

Sigit mengatakan, pemilu merupakan sarana edukasi berdemokrasi yang baik. Artinya siapapun yang terpilih nanti masyarakat harus bahagia, mendukung, dan legawa.  Dan  menjadi komitmen bersama untuk menciptakan pemilu yang kondusif, saling menjaga keamanan dan kenyamanan.

Wali Kota didampingi Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina dan forum pimpinan daerah meninjau  tiga TPS yang ada di wilayah Kecamatan Magelang Utara, Magelang Tengah dan Magelang Selatan. Ketiga TPS tersebut yakni TPS 07 Kelurahan Kramat Selatan, Kecamatan Magelang Utara yang ada di SD Kedungsari 1, TPS 03 Kampung Bogeman Lor RT 08 RW 1,Kelurahan Panjang, Kecamatan Magelang Tengah dan TPS 15 Kelurahan Tidar Selatan, Jalan Beringin V ( depan SMP Negeri 8), Kecamatan Magelang Selatan.

Menurutnya, dari  ketiga TPS yang ditinjau, secara umum pelaksanaan pemungutan suara berjalan baik dan lancar. Jika ada hal-hal kecil yang kurang, misalnya ketika pemilih kesulitan melipat suara, maka bisa dibantu oleh petugas TPS.

"Alhamudlilah berjalan baik dan lancar, kalau ada hal-hal kecil terjadi di lapangan, misalnya masyarakat sulit melipat kertas suara, itu wajar masih bisa diantisipasi," imbuhnya.

Sigit menambahkan,  tingkat partisipasi dan antusiasme masyarakat Kota Magelang  untuk mencoblos surat suara dinilai cukup tinggi  pada pesta demokrasi lima tahunan ini.

Sementara itu, Magelang, Endang Sri Rahayu, menangatakan, pihaknya telah bekerja ekstra melakukan pengawasan sejak sebelum dan hari pelaksaan pemungutan suara, 17 April.

 Ia menyebut meskipun secara pelaksanaan pemilu tersebut  relatif aman,  namun ada beberapa TPS yang dinilai rawan di wilayah Kota Magelang.

"Rawannya masih kategori kecil, seperti TPS yang dekat dengan lokasi caleg (calon legislatif), kemudian yang dekat dengan universitas karena disana DPTb-nya lebih banyak. Kita ingin memastikan semua DPTb terfasilitasi," katanya. 

 

 

Penulis : widias
Editor   : wied