Seluruh SMP/MTs Ikuti UNBK Mandiri

53

Taufiq Nurbakin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang. Foto: Widiyas Cahyono

MAGELANG, WAWASANCO-Sebanyak 22 SMP/MTs negeri dan swasta di Kota Magelang  akan melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) secara mandiri yang akan berlangsung 22 – 25 April besok. “Dari 22 sekolah SMP/MTs negeri dan swasta yang ada di Kota Magelang tersebut semuanya telah melakukan UNBK secara mandiri,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang,  Taufiq Nurbakin, Kamis ( 18/4).

Taufiq mengatakan,  pada tahun lalu,  ada tiga sekolah swasta yang belum bisa melakukan UNBK mandiri, namun pada tahun ini  sudah semua sekolah UNBK mandiri. Seperti SMP Tiga Bahasa Tunas Harapan, SMP Kristen Indonesia dan SMP Kristen 1. Untuk SMP Tiga  Bahasa Tunas Harapan sudah menggunakan sarana komputer sendiri. Sedangkan untuk SMP Kristen Indonesia memanfaatkan fasilitas milik SMA Kristen Indonesia yang masih dalam satu yayasan ,begitu juga dengan SMP Kristen 1 yang memakai fasilitas milik SMK Kristen 1.

Ia menambahkan, secara keseluruhan fasilitas komputer yang akan digunakan untuk pelaksanaan UNBK tingkat SMP/MTs  negeri dan swasta tersebut berjumlah sekitar 3.400 unit. Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang  tinggal menyiapkan server, memastikan ketersediaan listrik dan jaringan internet. "Infrastruktur seperti komputer dan jaringan sudah siap, tinggal kami menyiapkan server cadangan, termasuk ketersediaan listrik, satu genset di setiap lokasi ujian," ujarnya.

Persiapan lainnya yang telah dilakukan, seperti Berbagai persiapan lain juga dilakukan seperti bedah standar kompetensi lulusan, simulasi atau uji coba latihan mengerjakan soal UNBK dengan komputer secara nyata. Persiapan ini dalam rangka mencapai target 100 persen kelulusan.

Menurutnya,  ujicoba latihan mengerjakan soal tersebut  sesuai dengan MGMP paket try out. uji coba. Selain itu, ujicoba yang telah dilakukan tersebut  untuk membiasakan siswa dengan komputer, dalam simulasi UNBK secara nyata. “Jadi kita sisipkan seperti kondisi mati listrik atau jaringan terhambat, agar mereka para siswa tak panik menghadapinya saat masalah terjadi," ujar mantan Kabag Pembangunan Pemkot Magelang ini.

Taufiq sendiri mengimbau kepada para siswa dan orangtua tak terlalu khawatir bahwa ujian nasional itu bukan sesuatu luar biasa. Selain itu, UNBK tersebut  bukan menentukan kelulusan. Terpenting adalah siswa dapat melalui proses pembelajaran tersebut dengan baik. "Harapannya, momok itu tidak ada lagi. UNBK ini adalah proses pembelajaran yang harus dilalui, tetapi bukan segala-galanya. Yang penting semua dalam kondisi prima dan siap dan relaks," pungkasnya.

Penulis : widias
Editor   : jks