Bawaslu Temukan KPPS Kurang Profesional Laksanakan Tugas

55

SEMARANG, WAWASANCO- Bawaslu Jateng masih menemukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di wilayah tersebut, yang kurang profesional dalam menjalankan tugas. Salah satunya, dalam pengisian formulir model C-1 dalam Pemilu 2019. 
“Contohnya, masih kita temukan KPPS, yang tak menulis angka perolehan suara di formulir C-1 . Ada juga plano C-1, yang hanya menggunakan kertas biasa karena kertas plano kurang. Ada juga C-1 yang banyak coret-coretan,” papar Ketua Bawaslu Jateng Fajar Saka di Semarang, Jumat (19/4).
Padahal, lanjut Fajar, formulir model C-1 sangat vital karena berisi perolehan suara peserta pemilu. Data ini, yang akan menjadi pegangan untuk melihat perolehan suara pemilu 2019.  
“Berdasar pencermatan Panwascam, masih ada beberapa KPPS yang tidak sempurna dalam mengisi formulir C-1. Kita perkirakan ada perbaikan data di tingkat kecamatan,” tandasnya.
Terlebih mulai Jumat (19/4), jajaran KPU di tingkat kecamatan sudah mulai melakukan rekapitulasi perolehan suara di masing-masing wilayah. Rekapitulasi ini, bagian dari lanjutan pemungutan suara yang dilakukan pada 17 April lalu di masing-masing TPS. Setelah dari TPS, maka berkas-berkas logistik Pemilu 2019 sudah diserahkan ke tingkat kecamatan. 
“Untuk itu, Bawaslu Jateng menghimbau agar KPU Jateng beserta jajaran dibawahnya, agar mengutamakan kecermatan dalam rekapitulasi. Harus hati-hati betul. Tidak hanya mengejar agar cepat selesai, tapi bisa cermat dan tepat,” kata Fajar.
Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jawa Tengah Anik Sholihatun menambahkan, dalam proses rekapitulasi suara, jajaran KPU tak perlu tergesa-gesa. Harus cermat, karena yang direkapitulasi bagian dari hasil pemilu.
“Bawaslu Jateng mendorong seluruh koreksi perbaikan dan keberatan, diselesaikan dan dituntaskan secara terbuka di rapat pleno rekapitulasi tingkat kecamatan. Jangan dibiarkan berlarut hingga jenjang ke atasnya. Perlu diingat, meskipun hanya beda 1-2 suara, namun tak boleh diabaikan,” kata Anik. 
Sejauh ini, sejumlah kejadian sudah melingkupi dalam proses rekapitulasi di tingkat panitia penyelenggara kecamatan (PPK). Diantaranya, di Surakarta, Ketua Panwascam Jebres, Agung Nugroho menyampaikan usulan di rapat pleno agar rekapitulasi di tingkat kecamatan untuk sementara dilakukan dengan cara satu panel saja. 
Hal tersebut dilakukan, karena jumlah saksi yang hadir hanya satu atau dua per peserta pemilu. Rekapitulasi satu panel untuk memberi hak agar saksi peserta pemilu bisa fokus.

Penulis : arixc
Editor   : jks