PG GMM Gelar Selamatan Giling Tebu 2019

199

Pabrik gula (PG) PT GMM Bulog yang berlokasi di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Blora, siap giling tebu rakyat musim giling 2019. Foto : Wahono

BLORA, WAWASAN.CO – Musim giling tebu 2019 telah tiba. Pabrik Gula (PG) PT Gendhis Mukti Manis (PT GMM) di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Blora, siap memulai giling tebu rakyat.

“Kami, PT GMM siap menghadapi musim giling 2019, mohon doanya semoga lancar,” papar Direktur Keuangan Agus Susatya melalui General Manager (GM) PT GMM Bambang Subekti, Kamis (18/4).

Untuk keperluan itu, lanjtunya, pada Kamis (25/4) besok, manajemen PT GMM akan menggelar prosesi Selamatan Giling 2019 di kompleks PG milik Bulog.

Dalam prosesi selamatan giling, diisi berbagai acara mulai dari GMM Award  2019, parade pengantin tebu, sarasehan tebu, tausiyah dan doa bersama petani serta masyarakat. 

Menurut Bambang Subekti, pada musim giling 2019, target yang diharapkan bisa tercapai adalah merealisasi 600.000 ton giling tebu. 

Kesejahteraan

Agar target tercapai, diperlukan kerja keras, penerapan tehnologi dan innovasi baru agar randemen tebu bisa meningkat lebih baik dan mencapai angka 10 dibanding musim giling 2018. "GMM siap giling, dan kinerja jajaran kami harus lebih bagus dari sebelumnya," harap Bambang Subekti.

Untuk merealisasi target, termasuk rendemen bisa pada angka 10, karyawan harus kerja keras dan kerja cerdas, kata Bambang Subekti.

Ditambahkan, petani terus disuport agar bisa  meningkatkan produksi tebunya, diiringi inovasi-inovasi mulai dari pemupukan, bibit tebu yang baik, pemeliharaan, pemanenan, dan teknologi.

Menurutnya, PG ini berdiri di Blora tidak hanya untuk mendukung swasembada gula nasional, terpenting adalah untuk kesejahteraan petani. Selain itu, PG Blora yang memiliki kemampuan giling 6.000 Tcd (6.000 ton) tebu perharinya, sementara ini baru dimanffaatkan dengan kapasitas sekitar 4.000 hingga 4.300 ton tebu per hari

Prestasi lain, dua tahun terakhir PT GMM berhasil membina petani dengan program tebu fotlot (tebu bersih), dan menampung semua tebu petani yang masuk ke PG Blora.

 


 

 

Penulis : wah
Editor   : wied