16 Bulan Kosong, Jabatan Ka Dindikbud Akhirnya Diisi

456

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi), Senin (13/5) melantik 11 pejabat eselon II. Pelantikan dilaksanakan di Pendapa Dipokusumo. (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA,WAWASANCO-Kursi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Ka Dindikbud) Kabupaten Purbalingga yang 16 bulan kosong akhirnya diisi. Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) menunjuk Setiyadi menduduki jabatan tersebut. Pelantikan dilaksanakan bersamaan dengan mutasi 10 pejabat eselon II yang lain, di Pendapa Dipokusumo, Senin (13/5).

Sebelumnya Setiyadi menempati jabatan Kepala Inspektorat. Kursi Ka Dindikbud kosong sejak awal Januari 2018, ketika Bupati Tasdi pada waktu itu melakukan mutasi Heriyanto yang menduduki jabatan Ka Dindikbud menjadi kepala  Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD).  “Dinas Pendidikan merupakan dinas yang memiliki peran penting. Karena sudah lama jabatan kepala dinasnya kosong maka harus segera diisi,” ungkap Tiwi.

Latar belakang pemilihan nama Setiyadi menduduki jabatan tersebut menurutnya karena yang bersangkutan merupakan pejabat senior. Setiyadi  memiliki pengalaman karena pernah menduduki sejumlah jabatan eselon II yang lain, yaitu Bapelitbangda dan Inspektorat. “Saya yakin dia mampu melaksanakan tugas di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,’ ungkapnya.

Sementara itu pejabat lain yang dimutasi masing-masing adalah Drs. Sridadi, MM  menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan, Ir. Zaenal Abidin, MM  menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan, R. Imam Wahyudi, SH., M.Si  menjadi Assisten Pemerintahan dan Kesra,  Drs. Agus Winarno. M.Si  menjadi Assisten Ekonomi Pembangunan, Kusmartadi, SH  menjadi Assisten Administrasi Umum dan Tri Gunawan, SH., MH  menjadi Seketaris DPRD. Selanjutnya Drs. Widiyono, M.Si  menjadi Inspektur Inspektorat, Drs. Imam Hadi, M.Si  menjadi Kepala Dinrumkim,  Yani Sutrisno, S. Sos menjadi Kepala Dinas Perhubungan dan Drs. Yonathan Eko Nugroho, M. Hum menjadi Kepala Dinkominfo.

Dalam kesempatan tersebut Tiwi menyampaikan mutasi pejabat merupakan kali pertama dilakukan sejak dirinya menjadi bupati definitif. Menurutnya kebijakan tersebut merupakan kebijakan yang wajar. Menurutnya jajaran ASN dan pejabat harus siap ditempatkan dimana saja. “Dari hasil mutasi ini ada sejumlah jabatan yang masih kosong. Diantaranya jabatan Kepala Bapelitbangda dan kepala Satpol PP . Pengisian jabatan akan dilakukan melalui proses lelang,’ jelasnya.

Kepada pejabat terlantik Tiwi berpesan untuk cepat menyelesaikan pekerjaan di tempat lama dan diharapkan untuk cepat beradaptasi serta melakukan konsolidasi di tempat yang baru. Dirinya berharap pejabat terlantik bisa menjalankan tugas dengan sebaik mungkin dan tetap memegang integritas dalam bertugas.

“Silakan selesaikan dahulu pekerjaan di kantor lama dan cepat lakukan adaptasi serta konsolidasi di tempat yang baru,” imbuhnya.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt