Dirintis, Pembangunan Perpustakaan di Tiap  Desa

13

Sebuah suasana di perpustakaan di Purbalingga. Foto: RB

PURBALINGGA-Desa yang ada di Kabupaten Purbalingga diminta untuk merintis pembangunan perpustakaan desa. Salah satunya dengan menggunakan alokasi dana desa. Tahun 2019 terdapat 75 desa yang mulai melaksanakannya.

“Angka literasi di tingkat nasional Indonesia dibanding Negara lain agak tertinggal. Pemkab berkomitmen agar angka literasi di Purbalingga bisa ditingkatkan. Termasuk salah satunya dengan membangun perpustakaan di desa,” kata Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) saat menerima Tim Verifikasi Lapangan Lomba Perpustakaan Kabupaten/Kota Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2019 di OR Graha Adiguna Kompleks Pendopo Dipokusumo, Selasa (14/5).

Tiwi  menambahkan, tidak hanya desa, Sekretariat daerah (Setda) pun juga telah menyediakan pojok baca di ruang tunggu tamu bupati, baik buku fisik maupun literasi digital. Program kedua, yakni Dinarspus menyediakan perpustakan keliling berupa 2 mobil 1 motor. Mereka rutin kunjungan ke desa desa merah/angka kemiskinan tinggi. Dinarspus juga rutin berikan bantuan buku kepada perpustakaan yang ada di Purbalingga.

“Dindikbud juga telah mendorong guru-guru menciptakan minimal satu buku, yang kemudian nanti disumbangkan ke perpustakaan-perpustakan di Purbalingga,” katanya.

Sementara itu Ketua Tim Verifikasi Lapangan Lomba Perpustakaan Kabupaten/Kota Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2019 Drs Bagus Suryanto mengatakan, penilaian lomba ini meliputi 3 tim. Di antaranya Tim Penilai Perpustakaan Umum Daerah, Tim Penilai Perpustakaan Desa dan Tim Penilai Perpustakaan SLTA.

“Ketiga kategori itu Purbalingga sudah masuk 10 besar di Jawa Tengah, mampu bersaing diantara ribuan perpustakaan yang ada. Ini artinya sungguh capaian yang luar biasa bagaimana ketersediaan layanan perpustakaan yang ditunjang teknologi informasi,” katanya.

Menurutnya, perpustakaan saat ini sudah bertransformasi tidak sekedar penyediaan/peminjaman buku tapi lebih dari itu, tapi sebagai fasilitator kebutuhan masyarakat melalui kemudahan akses informasi, sehingga masyarakat akan mendorong dirinya untuk hidup lebih baik melalui informasi yang diterimanya.

Melalui penilaian ini, pihaknya akan bertekad semaksimal mungkin melihat apa yang di lapangan. Memverifikasi apakah ada kecocokan dengan data yang disampaikan kepada tim. “Artinya dokumen penyelenggaraan perpustakaan untuk kami verifikasi, kami bersifat independen, objektif kalau memang kondisi riilnya baik akan kami katakan baik,” imbuhnya.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : wied