Mobil Bawa Miras Oplosan, 3 Penumpang Diduga Mabuk ,

24

Miras dan minuman oplosan hasil sitaan tim gabungan dalam operasi yang dilakukan di sekitar kota Wonosobo selama bulan ramadan. Foto : Muharno Zarka

WONOSOBO, WAWASANCO -Tim Gabungan operasi penegakan Perda yang menyisir Jalan Merdeka Kota Wonosobo pada Selasa (14/5) malam, berhasil melakukan penyitaan dua botol minuman keras dan 1 botol minuman jenis oplosan dari dalam sebuah mobil yang tengah melintas.

Pengemudi mobil berpenumpang tiga laki-laki dan dua orang perempuan itu diduga juga dalam kondisi mabuk, sehingga sempat diamankan di Markas Satpol PP untuk dilakukan pendataan diri. “Yang bersangkutan diimbau agar berhati-hati agar tidak membahayakan diri maupun pengguna jalan lain, serta diminta hadir di di Kantor Satpol PP pada Kamis (16/5) hari ini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," terang Sekretaris Satpol PP, Budi Pranoto.

Sebelum menggelar operasi penertiban di Jalan Merdeka, Budi menuturkan tim gabungan juga telah memantau sejumlah tempat hiburan malam di sekitar Kota Wonosobo. Dari hasil pemantauan, tim disebut Budi tidak menemukan ada sarana hiburan yang buka di malam Ramadan ini.

Tim Gabungan

Pihaknya mengaku akan bertindak tegas, yaitu melakukan penutupan langsung apabila masih ada tempat hiburan malam yang melanggar aturan dengan tetap membuka usahanya. Padahal jelas sudah ada larangan tempat hiburan malam harus tutup pada bulan ramadan.

Kepada warga masyarakat, Budi juga menyampaikan imbauan agar tetap menjaga situasi dan kondisi di lingkungan masing-masing senantiasa kondusif dan apabila terjadi potensi masalah maupun gangguan kamtibmas tak segan melapor kepada pihak berwajib.

Upaya penertiban sepanjang di bulan Ramadan, seperti ditegaskan ditegaskan Kepala Bidang Penegakan Perda, Sunarso merupakan kegiatan rutin Satpol PP bersama tim gabungan dari unsur TNI–Polri, Dinas Kominfo, Kantor Kesbangpol dan Bagian Hukum Setda demi menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Wonosobo.

“Kenyamanan ibadah masyarakat Wonosobo sepanjang bulan suci ramadan ini menjadi prioritas, sehingga gangguan yang muncul agar dapat ditekan seminimal mungkin. Bulan ramadan merupakan bulan untuk memperbanyak ibadah bukan bulan untuk maksiat,” tandasnya.
 

 

 

Penulis : Muharno Z
Editor   : wied