Pesantren Kilat Ramadan, Guru SMKN 1 Demak 'Ngaji' Kitab Bulughul Maram

103

Guru SMK Negeri 1 Demak saat kajian bersama Kitab Balughul Maram atau Kitab Kuning, tentang syarat dan rukut salat. Foto : sari jati.

DEMAK, WAWASANCO - Ada yang beda dengan bapak/ibu guru SMK Negeri1 Demak selama Ramadan 1440 H / 2019 M. Selain berbusana muslim, para pendidik itu juga mengikuti pesantren kilat yang digelar antara 20-30 menit sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM).

Kepala SMK Negeri 1 Demak, H Subekhan menyampaikan, pesantren kilat Ramadan bagi para guru baru pertama kali dilaksanakan di SMK Negeri 1 Demak. Selain dimaksudkan meningkatkan kualitas iman dan ketaqwaan khususnya di bulan Ramadan, diharapkan berimbas pada peningkatan kualitas pengajaran di kelas pula.

Disebutkan, ibadah memiliki arti luas. Mahdhah dan muamalah. Artinya tidak sekadar kegiatan komunikasi antara Sang Pencipta dengan hambaNya, namun bisa berupa kegiatan sehari-hari yang mendatangkan manfaat.

"Termasuk sebagai pendidik, karena tanggungjawab profesi mencerdaskan bangsa guru termasuk perintah agama. Maka itu pula sebagai hambaNya, segala sesuatu hendaknya diniatkan ibadah, sehingga berbuah pahala," ujarnya, didampingi  Waka Kurikulum SMK Negeri 1 Demak Husein Djunaidi dan Waka Humas Widya Suryani, Kamis (16/5).

Maka itu selama pesantren kilat,  80 lebih guru muslim berkumpul di masjid sekolah,  'ngaji' kitab Balughul Maram atau lebih dikenal dengan sebutan kitab kuning. Yakni kitab  kumpulan hadist untuk mencapai  tujuan hukum-hukum Islam.

"Kebetulan ada guru agama di SMK Negeri 1 Demak paham Kitab Bulughul Maram. Selama ngaji Kitab Bulughul Maram yang dibahas fikih keseharian. Seperti cara berwudhu, salat fardhu, jimak, dan masih banyak lagi. Dilanjutkan dengan tanya jawab," urai Husein Djunaidi.

Sementara itu dalam kajian kitab kuningnya, guru agama yang juga ustadz Ahmad Fariqin menyampaikan, syarat dan rukun salat hingga  keutamaan salat berjamaah. Selain pahala 27 kali lipat, mereka yang melaksanakan salat fardhu juga insya'Allah semakin erat jalinan silaturahimnya.

Sedangkan bagi mereka yang mendengar adzan dan spontan menjawabnya, dilanjutkan doa setelah azan, maka insya'Allah dibangunkan rumah di surga.

 

Penulis : ssj
Editor   : wied