Noe Letto Ajak Mahasiswa UPGRIS Lebih Mengenal Alquran

62

TAUSIAH - Vokalis grup band Letto, Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe, yang kini lebih aktif syiar agama dalam peringatan ‘Nuzulul Quran dan Santunan Anak Yatim dan Duafa’ di Balairung Kampus I UPGRIS, Jalan Sidodadi Semarang, Jumat (17/5). Foto Arixc Ardana

SEMARANG, WAWASAN.CO – Setinggi apa pun ilmu pengetahuan, sumbernya Alquran. Hal tersebut ditegaskan vokalis grup band Letto, Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe, yang kini lebih aktif syiar agama dalam peringatan ‘Nuzulul Quran dan Santunan Anak Yatim dan Duafa’ di Balairung Kampus I UPGRIS, Jalan Sidodadi Semarang, Jumat (17/5).

Menurutnya, ada beberapa teori kebenaran, diantaranya kebenaran koherensi dan kebenaran korespondensi. Kebenaran koherensi, kata dia, adalah suatu pernyataan dianggap benar apabila pernyataan bersifat koheren atau konsisten, dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang telah dianggap benar secara logis.

Sementara, kebenaran korespondensi merupakan  teori yang berpandangan bahwa pernyataan-pernyataan dianggap benar, jika berkorespondensi atau  berhubunganterhadap fakta yang ada.

"Dari dua teori kebenaran ini, saya ingin menggambarkan bahwa tidak bisa membandingkan secara langsung antara Alquran dan ilmu pengetahuan. Keduanya justru saling mengisi dan melengkapi," papar putra budayawan Emha Ainun Nadjib ini.

Lebih jauh dipaparkan, meski ilmu pengetahuan terus berkembang sementara Alquran tidak berubah, tetapi sejatinya semua sumber ilmu pengetahuan dan kebenaran adalah Alquran. Hubungan antara Alquran dan sains, lanjutnya, ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.  Di dalam Alquran terdapat beratus-ratus ayat yang menyebut tentang ilmu pengetahuan dan sains.

"Alquran merupakan kalam Allah yang merangkum berbagai macam ilmu dan berfungsi sebagai petunjuk bagi ilmuan untuk menemukan pengetahuan baru," tandas lulusan sarjana Matematika dan Fisika dari University of Alberta Kanada ini.

Disela-sela tausiah ini, dirinya juga menyelipkan sejumlah lagu yang membesarkan nama band Letto, seperti Ruang Rindu, Sebelum Cahaya dan Sandaran Hati. Kehadiran Noe Letto ini pun mendapat sambutan meriah dari para mahasiswa dan dosen.

Sementara, Ketua PGRI Jateng Widadi SH menuturkan, para mahasiswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan untuk otak, namun juga wawasan untuk hati. Hal tersebut akan memberikan keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan. "Jadi, para mahasiswa atau siapapun yang datang di acara ini dapat mendapat pencerahan tentang kecerdasan intelektual maupun spiritual," terangnya.

Hal senada juga disampaikan Rektor UPGRIS Dr Muhdi. Ditegaskan bahwa bekal keilmuan dan spiritual diperlukan, untuk membentuk mahasiswa yang berkarakter positif. "Kami yakin acara ini sangat bermanfaat bagi kita semua, terutama pencerahan tentang Alquran dan kaitannya dengan ilmu pengetahuan," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga turut diberikan bantuan dan santunan bagi 300 anak yatim dari 34 panti asuhan dan 2 sekolah dasar di Semarang dan sekitarnya. rix 

Penulis : arixc
Editor   : edt