Pemanfaatan FABA untuk Konstruksi Mulai Dilirik


Kabid Bina Marga DPU PR Demak Sularno. (Foto :Sari Jati)

DEMAK, WAWASANCO- Pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) batubara PLTU untuk konstruksi yang terbukti lebih hemat biaya mulai dilirik Pemkab Demak. Konstruksi berbahan material limbah padat itu akan diuji-coba 2019 ini  pada peningkatan jalan di Wedung.

Kepala DPU PR Kabupaten Demak Doso Purnomo melalui Kabid Bina Marga Sularno menjelaskan, meski FABA batubara terkategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) namun teenyata berdasarkan hasil penelitian bisa dimanfaatkan untuk campuran semen beton. Bahkan tak sekadar lebih kuat dan irit biaya, beton FABA terindikasi mengandung beberapa unsur material yang tahan air laut.

"Rencananya FABA sebagai pengganti material lokal dalam konstruksi beton akan diuji-coba di jalan menuju TPA Wedung. Karena statusnya pilot project, maka selama pengerjaannya akan diawasu para ahli dari Kementerian PU dan Pusjatan Bandung," terangnya, Jumat (17/5).

Dengan alokasi dana APBD, direncanakan volume jalan yang akan dikerjakan dengan beton FABA K350 sepanjang 3.200 meter dengan lebar 5,5 meter. Jika dengan beton konvensional eatimasi biaya mencapai Rp 11 miliar, dengan beton FABA disebutkan lebih irit sekitar 20 persen. Sehingga hanya membutuhkan biaya senilai Rp 8,5 miliar.

Penghematan biaya, menurut Sularno, bisa terjadi karena beton FABA tidak membutuhkan tulangan besi baja. Bahkan saking lenturnya, dengan beton nol setebal 60 cm (juga dari beton Faba), diestimasi tidak akan terjadi retak rambut. 

Wedung menjadi lokasi uji coba beton FABA  karena berada di daerah pesisir. Sehingga udara di sekitaran lokasi dipastikan mengandung material garam. Meski demikian selama uji coba tersebut juga akan dibangun sejumlah titik sumur pantau, yang secara rutin akan dicek ke laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya efek pencemaran lewat resapan air. 

"Jika uji coba ini berhasil baik, konstruksi FABA direncanakan juga untuk peningkatan jalan di daerah Sayung dan sekitaran pesisir Demak yang sejauh ini tercatat telah hilang ataubrusak oleh korusi air rob sepanjang 17 kilometer," kata Sularno.

Selain telah diuji-coba di Freeport dan PT Pura Kudus, bersamaan Demak konstruksi FABA juga akan diterapkan di Sibolga. Disebutkan, hanya rekanan produsen beton FABA bersertifikat khusus bisa melaksanakan konstruksi (yang diharapkan) ramah lingkungan tersebut. 

Penulis : ssj
Editor   : jks