Menhub Cek Jalur Tol Cikarang Utama-Brebes Barat

59

Menhub Budi Karya Sumadi berkordinasi dengann jajarannya  dan Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono SiK MSi serta pihak-pihak terkait saat cek jalur tol di exit tol Brebes Barat, Minggu (19/5). Foto. Eko Saputro

BREBES, WAWASANCO – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi melakukan pengecekan jalur tol  dari KM 29 (Cikarang Utama) hingga pintu keluar tol  Km 263 (Brebes Barat) dalam rangka persiapan arus mudik Lebaran tahun ini, Minggu (19/5), 

Menhub kepada wartawan mengatakan, nanti di  Brebes dan sekitarnya menjadi titik persimpangan dari jalur tol. Di mana di jalur tol itu,  kendaraan diarahkan beberapa hari digunakan satu arah (one way).

“Sedikit saya flash back, memang jalur darat sangat diminati. Apalagi, jalur Jakarta sampai Surabaya sudah terhubung. Jadi, keinginan masyarakat untuk menggunakan tol tinggi sekali,” papar Menhub..

Menhub mengemukakan, setelah  berembug termasuk dengan Gubernur Jateng dan Gubernur Jabar, maka dari dua alternatif yang tadinya menggunakan ganjil-genap dan satu arah. Kita akhirnya memilih satu arah. Satu arah tahun lalu sebenarnya sudah diujicobakan. Tetapi, waktu itu dari Cawang. Sekarang ini kita majukan dari Cikarut (Cikarang Utama) KM 29 sampaik KM 263 di Brebes Barat. Setelah itu, diharapkan menjadi dua arah dari Brebes Barat sampai ke Semarang.

“Banyak sekali jalan keluar bagi kendaraan yang melintas di jalur tol,  sebelum sampai ke Brebes Barat. Sehingga, Brebes Barat paling tinggal 50%. Kapasitas yang diperkirakan, memang satu hari dari tanggal 30 Mei sampai 2 Juni, kira-kira 150 ribu kendaraan. Jadi, kalau diproyeksikan yang keluar di Brebes Barat, di sini paling tinggal separuhnya,” paparnya.

Dirut Jasa Marga, Desi Arryani menuturkan, mulai KM 25 sudah transisi menuju one way. Start one way di KM 29 (Cikarang utama). Menuju Brebes, traffic udah keluar banyak terutama keluar di Cikampek Utama . sudah pecah ke timur  dan ke barat. Di Cikampek Utama tinggal 75 ribu atau 85 ribu kendaraan paling banyak.

“Tadi sudah dibahas bersama dengan Kapolres dan Pengelelola PPTR  mereka sudah siap dan sudah disimulasi. Sehingga tidak akan terjadi chaos karena penupukan di sana,” terangnya.

Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiadi menandaskan, sebetulnya banyak masyarakat yang biasanya selalu keluarnya di Pejagan itu masyarakat Banyumas, Cillacap, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung dan sekitarnya. Sekarang begitu banyak pintu tol , di Pejagan , Brebes Barat, Brebes Timur (Brexit), Adiwerna (Kabupaten tegal) dan Gandulan (pemalang) . Jadi artinya, Pejagan itu diharapkan yang keluar yaitu pemudik atau warga dari Kabupaten Banyumas dan Cilacap.Sehingga tidak menumpuk di pejagan.

“Yang keluar dari Banjarnegara, Wonosobo, Temangggung keluarnya bisa lewat tol Tegal Slawi, lewat Belik kemudian ke arah Purbalingga. Kemudian langsung ke Banjarnegara. Sama juga yang ke arah Pemalang, di mana Gandulan bisa juga untuk yang kea rah Belik , kemudian Purbalingga lalu ke arah Banjarnegara dan Wonosobo. Sehingga, tidak terjadi penumpukan di pintu tol Pejagan,” pungkas Budi Setiadi.

 

Penulis : ero
Editor   : wied