Waspada Peredaran Upal, Tukar Uang di Bank Resmi

62

MENUNJUKKAN - Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng, Soekowardojo, disela pembukaan layanan penukatan uang baru di Gor Tri Lomba Juang, Semarang, Senin (20/5). Foto Arixc Ardana

SEMARANG, WAWASAN.CO- Selama empat bulan pertama 2019, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, mencatat telah menemukan sebanyak 1.029 lembar uang palsu (upal). Meski demikian, jumlah upal yang ditemukan tersebut turun 10% dibandingkan periode yang sama pada April 2018.

“Sampai dengan April 2019, ada 1.029 lembar uang palsu, turun 10% dibandingkan periode yang sama 2018 lalu. Itu hasil catatan kami bersama kepolisian dan pihak terkait,” papar Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng, Soekowardojo, disela pembukaan layanan penukatan uang baru di Gor Tri Lomba Juang, Semarang, Senin (20/5)..

Dikatakan, penemuan uang palsu tersebut sejauh ini masih didominasi uang pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000. Pihaknya pun menghimbau, menjelang Hari Raya Lebaran 2019 masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap meningkatnya peredaran upal tersebut.

“Untuk mengenali keaslian uang Rupiah kita kenal dengan slogan 3 D yaitu Dilihat, Diraba, Diterawang. Selain itu kita juga wajib memperlakukan uang Rupiah kita dengan baik juga dengan 3D yaitu Didapat, Disimpan, dan Disayang,” ucapnya.

Sementara itu, lanjutnya untuk meminimalisir peredaran uang palsu dan tindakan yang bisa merugikan masyarakat, BI juga membuka 109 titik layanan penukaran uang termasuk di rest area ataupun jalur mudik.

Khusus di Kota Semarang, BI Jateng membuka layanan penukaran uang baru di sekitaran GOR Tri Lomba Juang dari 20 – 23 Mei 2019. Masyarakat bisa datang dari pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 12.00 WIB. Masyarakat bisa menukarkan uang pecahan kecil mulai Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 20.000.Tercatat ada  delapan bank yang ikut serta, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, Bank Jateng, BCA, CIMB Niaga dan juga Maybank.

“Kegiatan penukaran uang baru tersebut, menjadi langkah BI meminimalisir terjadinya peredaran uang palsu, dan tindakan oknum tidak bertanggung jawab yang bisa merugikan masyarakat,” tandasnya.

Menurutnya, masyarakat harus selalu waspada memilih tempat penukaran uang seperti di pinggir-pinggir jalan. Ia pun mengimbau masyarakat menukarkan uangnya di Kantor BI maupun di kantor perbankan terkait.Rix

Penulis : arixc
Editor   : edt