Walikota Ucapkan Terimakasih kepada Mahasiswa Internasional 

  • Pilih Salatiga Sebagai Lokasi Kerjasama Pembelajaran 
21

BERDIALOG : Walikota Yuliyanto saat berdialog dengan para mahasiswa internasional program kerjasama Pusat Studi Pembangunan Berkelanjutan (Center for Sustainable Development Studies/CSDS) UKSW Salatiga, Alliance Sorbonne Universite dan MNHN Perancis saat berkunjung di rumah dinas Walikota Salatiga, Senin (20/5) petang. Foto : Ernawaty

SALATIGA, WAWASAN.CO - Walikota Salatiga Yuliyanto menyampaikan rasa terimakasih kepada UKSW Salatiga, Alliance Sorbonne Universite dan Museum National D’Histoire Naturelle (MNHN) Perancis, serta para mahasiswa internasional karena telah memilih Kota Salatiga sebagai lokasi kerjasama pembelajaran. 

"Silakan belajar dengan sebaik-baiknya di Kota Toleran ini. Semoga iklim sejuk dan keramahan masyarakat Kota Salatiga meninggalkan kesan mendalam bagi Anda sekalian, sehingga akan membawa Anda semua untuk datang ke Salatiga lagi," paparnya, saat menerima kunjungan dari mahasiswa internasional program kerjasama di rumah dinas Walikota, Senin (20/5) petang.

Sementara, pimpinan rombongan sekaligus Ketua CSDW UKSW Titi Susilawati Prabawa SPd MA PhD menjelaskan, dalam kegiatan The International Participatory Training Human Origin Heritage (HOH) 2019 tersebut diikuti sebanyak 25 mahasiswa internasional, yang kebanyakan berasal dari Perancis.

"Ini kali kedua program HOH ini digelar di UKSW. Ajang ini merupakan kerjasama antara UKSW, Alliance Sorbonne Universite dan MNHN Perancis dalam menyelenggarakan kelas bersama, dengan pendekatan interdisipliner, pada level pembelajaran magister,” papar Titi.

Melalui program tersebut, diharapkan mahasiswa akan mempunyai pemahaman tentang situs warisan budaya dan juga permasalahannya terkait dengan keberadaannya di tengah masyarakat. 

Lebih lanjut dijelaskan, inisiator program tersebut adalah Professor Francois Sema dari Perancis, yang sudah lama melaksanakan penelitian di Situs Manusia Purba Sangiran.

Program HOH dilaksanakan selama dua minggu, 13-25 Mei dengan metode pembelajara di kelas serta kunjungan di Situs Manusia Purba Sangiran. “Selain kunjungan di Sangiran selama 3 hari, mahasiswa program HOH ini juga akan mengunjungi museum Kereta Api Ambarawa dan Candi Gedong Songo,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Professor Francois Sema. Pihaknya mengapresiasi positif Walikota Salatiga atas diterimanya rombongan di rumah dinas. Dalam bahasa Indonesia yang fasih, ia menuturkan bahwa  Kota Salatiga sangatlah spesial.

“Di Kota Salatiga,  dapat ditemui berbagai suku bangsa, bahkan orang asing, yang hidup bersama dengan saling menghormati,” tandasnya. rna

Penulis : ern
Editor   : edt