Pemprov Jateng Pastikan Harga Kebutuhan Masyarakat Stabil Jelang Lebaran

53

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menunjukkan sampel makanan berupa ikan cumi-cumi kering yang mengandung formalin.  Penggunaan formalin tersebut  ditemukan tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Tengah juga sedang melakukan pemeriksaan sejumlah contoh makanan di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang. Foto: Widiyas Cahyono

MAGELANG, WAWASANCO - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan harga bahan-bahan kebutuhan masyarakat menjelang lebaran ini cukup stabil dan mencukupi. “Dari pantauan yang saya lakukan di Pasar Rejowinangun ini, harga bawang merah dan bawang putih  yang sempat mengalami kenaikan, sudah mulai stabil harganya,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melakukan  pemantauan langsung harga bahan-bahan pokok di Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Kamis (23/5).

Ganjar mengatakan,  selain bawang merah  dan bawah putih , bahan kebutuhan pokok yang mulai stabil harganya yakni gula dan beras. Selain itu juga untuk harga daging sapi yang saat ini stabil di posisi harga Rp110.000 per kilogramnya.

Menurutnya, sampai saat ini pemerintah menjamin suplai dan distribusi bahan pangan  menjelang Hari Raya Idul Fitri  cukup lancar dan tersedia sehingga harga bisa stabil dan terjangkau oleh masyarakat luas.

Kecukupan dan ketersedian bahan kebutuhan pokok tersebut juga atas peran serta dari  tim pengendali inflasi daerah termasuk  kepala daerah yang mengawasi di wilayah masing-masing.

Pada waktu yang bersamaan, tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Tengah juga sedang melakukan pemeriksaan sejumlah contoh makanan di Pasar Rejowinangun. Pada tes  uji laboratorium , hasilnya  sejumlah produk makanan  yang dijual di pasar tersebut yang mengandung bahan berbahaya bagi tubuh, yakni mengandung formalin dan  rhodamine B (pewarna tekstil).
Adapun makanan yang diketahui mengandung bahan berbahaya tersebut diantaranya ikan teri dan ikan cumi-cumi kering yang mengandung formalin. Kemudian,  makanan rengginang yang mengandung Rhodamin B.

Atas temuan tersebut, Ganjar meminta BPOM untuk meneruskan hasil temuan tersebut dan  diharapkan bisa terungkap hingga tingkat hulu yakni yang membuat atau yang memroduksi makanan tersebut.

“Kita minta kepada BPOM nanti untuk meneruskan. Tadi pedagang sudah kita kasih tahu, kulakannya ke siapa? Orangnya yang mana, nanti orang kita tanya, kamu dulu beli di mana, maka ditingkat hulu nanti kita bina agar tidak menggunakan formalin demi keamanan, termasuk pewarna makanan,” ujarnya.

Sebelum memantau harga –harga di Pasar Rejowinangun Kota Magelang, rombongan Gubernur Jawa Tengah juga Bapak Gubernur meninjau proyek pelebaran jalan ruas jalan Semarang-Jambu Kabupaten Semarang, meninjau kondisi ruas jalan provinsi Magelang-Purworejo di Kecamatan Salaman dan  Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen.

Kemudian,  juga meninjau kondisi penerangan jalan, marka jalan dan rambu-rambu lalu lintas di sepanjang Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Purworejo-Ketawang-Daendels -Mirit-Ambal, Potensi wisata Desa Jetis Pulau Momongan. Kemudian,  meninjau kondisi kesiapan Terminal Bobotsari Purbalingga menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2019.

 

 

 

Penulis : widias
Editor   : wied