Ngadu ke Wali Kota, Korban Bank Salatiga Dikawal Ketua DPRD

173

 Ketua DPRD Salatiga Teddy Sulistio saat mengawal para korban menemui Wali kota Yuliyanto, di Rumdin Wali Kota, Kamis (23/5). Foto : Ernawaty

SALATIGA , WAWASANCO - Sejumlah korban PD BPR Bank Salatiga kembali mengadu ke Ketua DPRD Teddy Sulistio dan Wali Kota Salatiga Yulianto, Kamis (23/5). Para nasabah ini lagi-lagi mengeluhkan terkait uang mereka miliaran rupiah yang tidak bisa diambil.

Awalnya, para korban sebelumnya mendatangi Gedung DPRD Salatiga guna menerima undangan audensi Ketua DPRD Teddy Sulistio. Namun, karena satu hal audensi tertunda. Dan tanpa terjadwal sebelumnya, Teddy langsung mengawal para korban menuju Kantor Wali Kota menemui, Yuliyanto. Namun kemudian, rombongan baru bisa bertemu di Rumdin Wali Kota.

Sedikitnya, sembilan orang PD BPR Bank Salatiga mendatangi rumah dinas Wali Kota Salatiga di Jalan Diponegoro No 1. Perwakilan korban Bank Salatiga Lianawaty Wicaksono kepada wartawan menerangkan mereka datang mewakili korban lainnya berjumlah kurang lebih 20-an orang.

"Kami sudah membentuk paguyupan Korban Bank Salatiga beranggotakan lebih dari 20 orang nasabah Bank Salatiga selama ini dipersulit pihak management untuk mengambil uang mereka sendiri," kata Lianawaty Wicaksono, Kamis (23/5) petang.

Karena belum ada kejelasan, ujarnya, sebagai korban mencari informasi dan kejelasan terkait uang mereka yang mencapai Rp 25 miliar. Bahkan, sebelum ke Ketua DPRD dan Wali Kota para korban diakuinya juga menemui Kejari Salatiga Yudhi Kristiana.

"Sepertinya masih akan panjang upaya kami mengambil uang kami sendiri karena dari keterangan Kajari Salatiga setidaknya kami dapat proses Perdata menunggu proses pidana PB BPR Bank Salatiga inkracht terlebih dahulu," paparnya.

Ia menegaskan, apapun yang terjadi di internal Bank Salatiga itu bukan urusan nasabah. Sehingga apa yang terjadi bank itu bukan urusan nasabah. "Buku tabungan saya itu asli ada tandatangan Dirut dan sebagainya. Saya sudah bolak-balik tidak bisa dihitung ke Bank Salatiga untuk mencairkan namun tidak bisa," ujar Liana sedih.

Sementara, Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan terkait kasus Bank Salatiga semua ada aturannya, tidak serta merta eksekutif dan legislatif mencari uang pengganti. “Semua ada aturannya, ada yang menilai, meninjau, dan memeriksa namanya Otoritas Jasa Keuangan (OJK),"  tutur Wali Kota di tengah kegiatan bersama wartawan Kamis (23/5) petang.

Yuliyanto menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga selaku pemilik  dalam artian yang memiliki uang, dan menggedok anggaran DPRD serta atas pengajuan anggaran itu pemerintah daerah menyangkut teknis regulasi anggaran.

Sedangkan Ketua DPRD Salatiga Teddy berharap Wali Kota Salatiga membuka ruang komunikasi dengan para nasabah sehingga mereka tidak terkesan dibiarkan tanpa kepastian. "Sembari menunggu proses hukum kasus Bank Salatiga, para nasabah ini hendaknya sering diajak komunikasi sehingga mereka merasa tidak diabaikan," pungkas Teddy.

Di tempat yang sama, Dirut Bank Salatiga yang baru, Dartho Supriyadi mengemukakan, pihaknya tetap memberikan perhatian sama kepada para nasabah. "Kami dengan senang hati akan membuka komunikasi dengan para nasabah semua, silahkan bertanya atau berkomunikasi. Kapan kita agendakan audensi lagi (dengan para nasabah),” ujarnya.

Darto juga menyampaikan, pihaknya mendapat informasi dari pengacara para nasabah, tidak tertutup kemungkinan juga akan melayangkan gugatan secara perdata kasus ini, namun menunggu kasus pidana (eks dirut Bank Salatiga) memiliki keputusan hukum tetap terlebih dahulu.

Penulis : ern
Editor   : wied