Menggelorakan Itikaf di Penghujung Ramadan

88

Dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengikuti pengajian dalam kegiatan Itikaf. Ibadah Itikaf digelorakan di penghujung Bulan Ramadan. (Foto :Joko Santoso)

PURWOKERTO, WAWASANCO- Berbagai ibadah dilakukan di Bulan Ramadan. Termasuk melaksanakan itikaf di penghujung bulan suci tersebut. Ibadah Itikaf  banyak dilakukan oleh berbagai komunitas dan kelompok. Tujuannya untuk mendapatkan maghfirah di akhir Ramadan.
 
Univesitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melalui Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) menggelar i’tikaf rutin Dosen dan Karyawan di Masjid Ahmad Dahlan UMP. Rangkaian I’tikaf yang bertajuk ‘Berislam yang Mencerahkan’ ini dibagi menjadi tiga gelombang. Gelombang pertama, Selasa – Jum’at  (21/5 - 24/6), gelombang kedua, Jum’at – Senin, (24-27/5), dan gelombang tiga dilaksanakan Senin – Kamis (27-30/5).

Kegiatan itikaf diisi dengan membaca Al Quran dan pengajian. Wakil Rektor Bidang Administrasi Drs Joko Purwanto MSi menyampaikan rasa syukur atas nikmat sempat dan sehat karena semua dapat mengikuti agenda tersebut. Menurutnya, iktikaf ini menjadi salah satu amalan utama di bulan Ramadan sehingga harapannya seluruh dosen dan karyawan mengikuti agenda ini dengan maksimal.

Senada dengan hal itu Badan Pembina Harian (BPH) UMP Prof Dr. HM Dailamy SP mengungkapkan rasya syukur kepada Allah, diharapkan dengan adanya kegiatan iktikf bisa memperkuat keimanan, khusunya di bulan Ramadhan serta bermanfaat untuk dunia dan akhirat. “Dengan rasa syukur kepada Allah kegiatan i’tikaf UMP diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan dan bermanfaat untuk dunia dan akhirat” pungkasnya.

Masjid Daarussalam Purbalingga

Takmir Masjid Agung Daarussalam Purbalingga  di penghung Ramadan juga  menggelar kegiatan Itikaf. Takmir Masjid Agung Daarussalam  Nur Isya   mengatakan bahwa Itikaf merupakan kegiatan dengan bentuk berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah. "Segala hubungan dengan dunia  dunia luar dihindari. Peserta memilih berdiam di masjid sambil berdzikir dan beribadah yang lain. Mereka berharap mendapatkan malam Lailatul Qadar dengan melakukan itikaf,' ujarnya.

Kegiatan Itikaf dilaksanakan pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan. Peserta yang mengikuti puluhan orang. Mereka berasal dari Banyumas, Purbalingga dan Banjarnegara. Kegiatan itu rutin dilaksanakan setiap Ramadan. "Ibadah Itikah merupakan ibadah yang rutin dilakukan Nabi Muhammad SAW. Ajaran itu diturunkan kepada umatnya sampai sekarang ini," ujarnya.

Banyak manfaat yang didapatkan dari Itikaf. Menurutnya  selama Itikaf peserta menyendiri di sudut-sudut ruangan masjid. Di sela-sela kesendirian tersebut mereka bemunajat dan memohon berkah kepada Allah. Itikaf menurutnya juga bisa dijadikan sarana introspeksi atas kehidupan yang sudah terjadi selama ini. "Dalam keheningan biasanya peserta Itikaf akan mendapatkan banyak pencerahan,' katanya lagi.

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : wied