Jelang Lebaran, Waspada Makanan Berformalin

35

SIDAK - Kepala Disperindag Jawa Tengah, M Arif Sambodo mengecek dan memberikan pembinaan kepada pedagang ikan asin agar tidak menjual olahan makanan yang mengandung bahan berbahaya di Pasar Karangayu, Kamis (23/5).

SEMARANG, WAWASAN.CO - Sejumlah olahan pangan yang mengandung bahan berbahaya, masih ditemukan di sejumlah pasar tradisional di Semarang. Dalam sidak di Pasar Karangayu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng mendapati makanan berformalin dan rodhamin atau zat pewarna tekstil. 

''Tim kami menemukan mi basah mengandung formalin, ikan asin (teri medan) berformalin, bolu kukus basah yang mengandung zat pewarna rodhamin serta kolang-kaling mengandung formalin, ''papar Kadisperindag Jateng Arif Sambodo didampingi Kabid Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Disperindag Jateng, Mukti Sarjono, disela sidak, Kamis (23/5).

Dipaparkan, sidak kali ini dalam rangka perlindungan konsumen khususnya pada olahan pangan. Biasanya mendekati hari besar, Lebaran seperti ini, peredaran bahan-bahan olahan pangan yang mengandung zat berbahaya itu meningkat.

Dengan temuan makanan yang mengandung bahan berbahaya tersebut,  pihaknya menyikapi selain memberikan pembinaan kepada pedagang untuk tidak menjualnya kepada konsumen. Juga mengamankan barang pangan yang mengandung bahan berbahaya tersebut.   

''Barang olahan makanan dari pedagang yang mengandung bahan berbahaya kami beli, untuk diamankan. Selanjutnya kedepan akan berkoordinasi dengan dinas teknis terkait, seperti Dinas Perikanan Kota Semarang, Balai Besar POM terkait  penemuan olahan pangan yang mengandung bahan berbahaya,” tandasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga berencana akan menggelar kampanye atau sosialisasi yang masif di pasar. “Kita pasang spanduk yang intinya bahwa mengedarkan barang kadaluwarsa dan mengandung bahan yang berbahaya ada sanksi hukumnya. Sesuai dengan  UU No 18  Tahun 2012 tentang Pangan,'' tegas Arif.

Staf Penguji  Laboratorium Pangan  Balai Besar POM Semarang,  Atika Prihantini menambahkan telah mengambil contoh 15 bahan olahan makanan yang dicurigai di Pasar Karangayu. ''Ternyata setelah melalui uji pengecekan, ditemukan delapan sampel makanan yang positif mengandung bahan berbahaya,” terangnya.

Diterangkan, zat seperti rodhamin zat pewarna tekstil yang ditemukan di bolu kukus, teri medan dan kolang kaling mengandung formalin. “Warna bolu kukus dari jauh sudah tampak menyolok sekali, makanya kami ambil untuk diuji, ternyata positif mengandung rodhamin,'' kata Atika.

Dalam inspeksi mendadak yang didukung oleh Tim Satgas Pangan Polda Jateng temuan bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya ditindak lanjuti oleh Tim Satgas Pangan. 

Dirkrimsus Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Muhammad Hendra Suwartiyono mengatakan, peredaran makanan yang mengandung formalin dan sejenisnya, sangat membahayakan konsumen. ''Sebagai langkah preventif untuk memotong rantai distrribusi dan perdagangannya, sudah kami perintahkan Tim Satgas Pangan untuk melacak distributornya, ''tegas dia. rix 

Penulis : arixc
Editor   : edt