Likuiditas Sektor Jasa Keuangan Wilayah Jateng Terjaga

70

MEMAPARKAN - Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa, saat memaparkan kondisi likuiditas sektor jasa keuangan di wilayah Jawa Tengah di Semarang, Kamis (24/5). Foto Arixc Ardana

SEMARANG - tekanan pasar global sejak Triwulan II 2019, mengakibatkan adanya aliran modal asing yang keluar dari Indonesia sepanjang bulan ini, telah mencapai 13,73 triliun. Keluarnya aliran modal tersebut melalui pasar saham sebesar Rp7,83 triliun dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp5,9 triliun.

Menanggapi fenomena tersebut, di sela-sela acara buka puasa bersama wartawan, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa, menilai likuiditas sektor jasa keuangan di wilayah Jawa Tengah dalam kondisi terjaga, dengan kinerja intermediasi sektor jasa keuangan yang manageable.

“Kinerja intermediasi Lembaga Jasa Keuangan bulan April 2019 masih tercatat positif. Kredit perbankan Jawa Tengah tumbuh sebesar 8,56% yoy, didukung oleh pertumbuhan kredit pada sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan,” paparnya di Semarang, Jumat (24/5).

Dipaparkan, pertumbuhan tersebut dipicu dengan mulai masuknya musim tanam, sehingga kredit sub sektor pertanian padi dan jagung tumbuh masing-masing sebesar 30,46?n 48,44%.

“Selain itu, Risiko kredit perbankan masih berada pada level yang rendah, tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) gross perbankan sebesar 3,01%, sedangkan NPL nett perbankan sebesar 1,29%,” lanjutnya.

Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan posisi April 2019 menunjukan pertumbuhan yang cukup menggembirakan yaitu tumbuh sebesar 8,27% yoy. Hal tersebut didorong oleh pertumbuhan tabungan sebesar 9,20% yoy dengan penambahan jumlah rekening tabungan sebanyak 1,1 juta account.

“Sementara itu, sepanjang Januari hingga Maret 2019, industri asuransi di Jawa Tengah telah berhasil menghimpun premi sebesar Rp5,7 triliun,” urainya.

Aman menambahkan, bahwa likuiditas perbankan di Jawa Tengah  juga berada pada level yang memadai. Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan di Jawa Tengah posisi April 2019, mencapai 95,12%. Angka tersebut menurun, dibandingkan posisi Maret 2019 yang mencapai 97,48%.

“Secara umum, perbankan di Jawa Tengah masih memiliki likuiditas yang cukup, dan telah memiliki langkah antisipatif dalam menghadapi hari raya Idul Fitri, termasuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Pegawai Negeri Sipil yang akan dicairkan sejak tanggal 24 Mei 2019,” tandasnya.

Di tengah masih tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global, OJK secara konsisten terus memantau perkembangan terkini perekonomian serta dampaknya terhadap kinerja sektor jasa keuangan khususnya di wilayah Jawa Tengah. 

Selain itu, pihaknya juga terus memperkuat koordinasi degan para stakeholder untuk mengoptimalkan kontribusi sektor jasa keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Rix

Penulis : arixc
Editor   : edt