Tunggu Keputusan MK, Jangan Lagi Ada Anarkisme

51

Rektor UMP Anjar Nugroho. (Foto :Dok)

PURWOKERTO, WAWASANCO-Tahapan Pilpres yang memasuki masuknya gugatan pasangan Capres Prabowo-Sandi ke Mahkamah Konstitusi (MK) harus diapresiasi. Untuk itu sambil menunggu sidang dan keputusan MK masing-masing Capres dan pendukungnya harus menahan diri. “Jangan lagi ada tindakan kekerasan dan anarkisme. Karena itu berpotensi memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr Anjar Nugroho, Senin (27/5).

Anjar juga menyampaikan keprihatinan dan mengecam keras kerusuhan pada 21-22 Mei 2019 di Jakarta yang dilakukan oleh Aparat Represif dan para perusuh anarkis di luar pendemo, yang menimbulkan jatuh korban.  Pihaknya mendesak segera kepada negara harus ada investigasi mendalam dan menyeluruh untuk mengungkap fakta yang sebenarnya dan segera mengadili para pelaku.

“Kami juga meminta agar pihak berwenang menindak tegas Aparat yang melakukan pemukulan, harus diadili dan dihukum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tuturnya.

Anjar mengakui meskipun masih terdapat hambatan dan kekurangan, Pemilu 2019 telah berjalan demokratis, lancar dan damiaiMasyarakat harus menerima dengan fair, jujur dan penuh tanggung jawab karena itulah demokrasi. “Saya mengajak untuk kembali mewujudkan kerukunan dan kedamaian yang dimiliki. Tujuannya untuk tetap merawat  Indonesia menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : rix