MAGELANG,WAWASANCO- Menjelang lebaran agen gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram Pusat Koperasi Konsumen ( PKK) Kota Magelang menyiapkan 15 satuan tugas ( satgas) pangkalan untuk tiga wilayah kecamatan di Kota Magelang.
“Fungsi dari satgas pangkalan ini yakni untuk melayani permintaan gas elpiji bersubsidi selama masa lebaran bagi masyarakat Kota Magelang. Yakni, menggantikan pangkalan-pangkalan gas elpiji yang libur saat lebaran,” kata Manajer Pusat Koperasi Konsumen ( PKK) Kota Magelang, Bambang Setyawan, Rabu ( 29/5).
Bambang mengatakan, jumlah satgas pangkalan di tahun ini mengalami penambahan dibandingkan dengan tahun 2018 lalu, yang hanya berjumlah tiga satgas di tiga kecamatan yang ada di Kota Magelang.
Menurutnya, pihaknya telah menentukan sebanyak 15 satgas pangkalan gas elpiji ukuran tiga kilogram di tiga kecamatan yang merupakn pangkalan-pangkalan pilihan dari agen.
Bambang menambahkan, selain agen gas elpiji PKK yang akan menempatkan satgas pangkalan , hal itu juga akan dilakukan oleh dua agen gas lainnya yang ada di Kota Magelang. Yakni agen gas PT Fatima Utama di Jalan Urip Soemoharjo Kelurahan Wates dan PT Mitra Migas Sejati (MMS) di Kelurahan Cacaban .
“Untuk agen PT Fatima Utama akan menerjunkan 15 satgas dan PT Mitra Migas Sejati sebanyak 10 satgas,” katanya.
Sementara itu, Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina menyatakan, ketersediaan gas elpiji ukuran 3 kilogram secara umum mencukupi bahkan sampai akhir bulan Juni mendatang.
“Saat ini persediaan elpiji bersubsidi yang terpantau di agen Pusat Koperasi Konsumen (PKK) Jalan Piere Tendean mencapai sekitar 170.120 tabung, Jumlah tersebut merupakan persediaan elpiji regular setiap bulannya maupun tambahan.
Pada kesempatan itu, ia mengimbau masyarakat Kota Magelang untuk memakai gas elpiji sesuai peruntukkannya. Yakni, elpiji ukuran 3 kilogram untuk warga kurang mampu, sedangkan elpiji 5 dan 12 kilogram untuk warga mampu atau pengusaha.
"Sampai akhir Ramadan dan Idul Fitria tidak perlu khawatir, asal gas digunakan sesuai peruntukannya. Kalau warga perpenghasilan rendah, warga miskin, pakai gas bersubsidi 3 kilogram. Yang mampu ya harus punya harga diri, untuk tidak menggunakan yang bukan peruntukkannya," kata mantan anggota DPRD Kota Magelang ini.
Ia menambahkan, secara keseluruhan Kota Magelang sudah siap menyambut lebaran 1440 Hijriah dan harga-harga kebutuhan masyarakat di pasar tradisional yang ada di Kota Magelang masih dalam dapat dijangkau oleh masyarakat.
"Kita siap menyambut Idul Fitri 1440H/2019, aman, terkendali, harga-harga masih dalam jangkauan. Ibu-ibu tadi juga mengatakan harga masih bagus, naik Rp 500 - Rp 1000 itu wajar. Semua memanfaatkan momen ini untuk sama-sama mencari rejeki," ujarnya.
Selain meninjau harga –harga kebutuhan di Pasar Kebon Polo dan agen gas PKK, rombongan juga melakukan peninjauan kesiapan Perusahaan Otobus (PO) Handoyo dan Terminal Tidar di Jalan Soekarno-Hatta, Puskesmas Pembantu di Terminal Tidar, toko modern dan
Pos pelayanan dan pengamanan lebaran yang ada di Alun-alun Kota Magelang
Penulis : widias
Editor : jks