Jembatan Bengawan Solo Baru Dibangun Tahun 2020

32

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah dan Bupati Blora H. Djoko Nugroho (tengah), menujukkan fakta PKS berupa tanda tangan rencana pembangunan jembatan Lume. Foto : Hms-Setbla

BLORA, WAWASAN.CO – Pembangunan jembatan Bengawan Solo baru, di Desa Medalem, Kecamatan Kradenan (Jateng) nyambung ke Desa Luwihaji Kecamatan Ngraho (Jatim) memasuki babak baru.

 

Khabar terbaru, Pemkab Blora dan Pemkab Bojonegoro, Rabu (29/5), resmi  menyepakati pembangunan jembatan yang nantinya diberi nama jembatan Lume (Luwihaji-Medalem).

 

Kesepakatan pembangunannya ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS), antara Kepala DPUPR Blora Samgautama Karnajaya dengan (Plt) Kepala DPU BMPR Bojonegoro Nur Sujito.

 

Sesemoni penandatanganan PKS pembangunan jembatan penghubung dua kabupaten beda provinsi tersebut, disaksikan Bupati Blora H. Djoko Nugroho, dan Bupati Bojonegoro Hj. Anna Muawanah.

 

Ikut hadir di acara itu, Wakil Bupati Blora, H. Arief Rohman, Sekda Komang Gede Irawadi, para Asisten, Kepala OPD se-Kabupaten Blora dan organisasi perangkat daerah   (OPD) terkait Kabupaten Bojonegoro.

 

Bupati Djoko Nugroho menyambut positif  dukungannya pembangunan jembatan yang nantinya diberi nama Jembatan Lume (Luwihaji-Medalem), diambil dari nama dua desa lokasi pembangunannya.

 

“Acara ini, ibarat THR menjelang akhir Ramadhan,” ungkapnya saat sambutan di ruang pertemuan Setda Blora.

 

Memutar

 

Menurutnya, penandatanganan ini adalah kabar bagus dua Pemerintah Kabupaten (Pemkab), sekaligus sebuah komitmen baru pembangunan jembatan Lume yang rencananya dibangun pada 2020.

 

“Insya Allah, jembatan akan dibangun pada 2020, dan pembangunannya dibiayai Pemkab Bojonegoro,” beber Djoko Nugroho.

 

Diakuinya, keberadaan jembatan yang akan melintang diatas Sungai Bengawan Solo, sudah lama jadi impian warga Blora selatan, khususnya Kecamatan Kradenan, Randublatung, sebagian Kedungtuban dan Jati.

 

“Selama ini, warga kami di kawasan Blora Selatan ketika ingin ke Ngawi harus memutar puluhan kilometer melalui Cepu-Padangan,” beber Bupati Blora.

 

Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, juga menyampaikan hal yang sama, bahwa pembangunan jembatan antarkabupaten di dua provinsi ini salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat.

 

“Alhamdulillah, ikhtiar kita bersama sudah sampai satu tahap penting. Ini wujud pelayanan kepada seluruh masyarakat perbatasan Jateng-Jatim,” jelasnya.

 

Ditambahkan Anna, penandatangan ini tindaklanjut kerjasama pengembangan wilayah perbatasan Wiranegoro yang beberapa waktu lalu yang diteken Pemkab Ngawi, Blora dan Bojonegoro.

 

Diberitakan sebelumnya, rencana ini sudah beberapa kali dilakukan pembahasan antara Pemkab Blora dan Bojonegoro, terakhir pada November 2018 di lokasi rencana pembanguna jembatan baru tersebut.

Penulis : wah
Editor   : jks