Momentum Kembali Ke Pancasila

103

Sabtu 1 Juni 2019 kembali kita peringati sebagai Hari Lahirnya Pancasila. Tahun ini merupakan  peringatan ketiga sejak Presiden Jokowi mencanangkan 1 Juni sebagai hari Lahirnya Pancasila sekaligus menjadi hari libur nasional.

Penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahirnya Pancasila memiliki sejarah panjang.  Presiden Indonesia saat itu Soekarno di tengah berkecamuknya perang dunia kedua pada Mei-Juni tahun 1945  memikirkan bagaimana merumuskan dasar negara  menuju Indonesia merdeka.

Untuk memenuhi keperluan tersebut , maka pada tanggal 1 Juni 1945 di depan sidang Dokuritsu Zyunbi  Tyoosakai, Bung Karno menyampaikan gagasannya tentang Pancasila. Foundng Father utama Indonesia tersebut berpidato tanpa teks. Isi pidatonya luar biasa yaitu tentang dasar negara Indonesia Merdeka yaitu Pancasila.

Pancasila hasil penggalian pikiran Bung Karno tersebut berhasil dirumuskan secara padat dan indah dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945, yang dinyatakan sebagai Dasar Negara Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945.

Hingga perjalanan hampir 75 tahun Indonesia merdeka, Pancasila menjadi dasar negara.  Namun banyak persoalan dan rintangan yang mewaranai. Termasuk di tahun politik ini. Dasar negara Pancasila diuji. Presiden Jokowi menyampaikan dasar negara Pancasila menghargai adanya kemajemukan Indonesia.  Negara manapun di dunia tentu selalu berproses menjadi bangsa yang majemuk dan berbhineka.

Namun seringkali menurut presiden, kemajukan selalu dibayangi intoleransi, ketidakbersatuan dan ketidakgotongroyongan. Oleh karena itu segenap komponen bangsa harus saling berbagi pengalaman dalam ber Bhinneka Tunggal Ika, bertoleransi dan membangun kebersamaan serta rasa persatuan.

Tahun 2019 sebagai tahun politik menjadi tahun dengan ujian yang sangat berat tentang  konsep Bhinneka Tunggal Ika yang termaktub dalam Dasar Negara Pancasila.  Polarisasi dukungan terhadap pasangan Capres, membuat dinamika politik bergerak liar nyaris membahayakan rasa persatuan dan kesatuan kita.

Masih terbayang di ingatan, saling hujat, saling caci maki hingga paska pemungutan suara Pemilu 2019, aksi demo menggugat keabsahan hasil Pemilu terus dilakukan.  Aksi massa 21-22 Mei yang berbuntut kerusuhan membuat kita semua prihatin. Anak bangsa dengan dasar negara yang sama Pancasila, saling bertikai.

Alangkah bijaksana setelah Pemilu usai, kendati proses politik dan konstitusional masih berjalan , kita bersama  merenungi mengenai konsep Dasar Negara Pancasila.  Tujuannya agar kita sadar dan memahami bahwa sesungguhnya kita semua satu Indonesia. Indonesia yang berdasarkan Pancasila.  Momentum Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni tahun ini, jangan menjadi sebatas seremonial belaka.

Perlu perenungan yang dalam dan rendah hati. Mari kita akhiri semua konflik politik dampak dari tahun politik. Mari merajut kembali persatuan dan kesatuan bangsa, karena Indonesia yang berdasarkan Pancasila  merupakan rumah kita bersama.  Mari kembali ke Pancasila, kembali kepada Bhinneka Tunggal Ika, berbeda beda tetapi kita tetap satu. Untuk Indonesia yang lebih baik di masa depan.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt