Membangun Ikatan Kebangsaan Paska Lebaran

72

(Foto :DokKompasiana)

Proses Pemilu 2019 yang melelahkan sudah usai. Kendati masih ada gugatan dari hasil Pilpres yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK), namun kita semua berharap agar segenap elemen bangsa  bersatu dan menjalin tali persaudaraan kembali.

Adalah momentum lebaran (Idul Fitri) yang dianggap tepat untuk memulai itu semua.  Di hari yang fitri tersebut semua meminta dan memberikan maaf.  Adalah saat yang tepat pula kepada elit politik untuk melakukannya. Saling memaafkan, terutama terkait persaingan politik yang sempat memanaskan suasana menjelang Pemilu 2019.

Sebenarnya paska pemungutan suara 17 April 2019, upaya tersebut sudah dilakukan. Dimulai dengan bertemunya Ketua MPR yang juga Ketua umum PAN Zulkfili Hasan dengan Presiden Jokowi. Pertemuan ini memberikan sinyal bahwa Zulkifli dan PAN yang di Pilpres mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga Uno mulai membuka rekonsiliasi dengan Jokowi yang unggul di perolehan suara Pilpres.

Tak lama kemudian, Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono  juga bertemu dengan Jokowi.  Demokrat di Pilpres juga mendukung Prabowo-Sandi. Pertemuan Zulkifli dan Agus dengan Jokowi tentu membahas  situasi negara paska Pemilu 2019.

Pada momentum lebaran, kembali Agus Yudhoyono bersama adiknya Ibas juga menemui Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan keluarga.  Pertemuan itu membuat suasana menjadi sejuk. Namun publik tetap menanti pertemuan antara dua tokoh yang bersaing di Pilpres yaitu Jokowi dan Prabowo.

Keduanya memang bersaing di perhelatan Pilpres tahun 2014 dan tahun 2019. Persaingan itu juga merambah hingga massa pendukung di akar rumput. Buntutnya polarisasi dukungan dan para pendukung membuat situasi politik menjadi panas.

Di Pemilu 2019 Jokowi yang berpasangan dengan Maaruf Amin unggul di penghitungan suara KPU. Prabowo yang merasa tidak puas menempuh jalur hukum melalui gugatan ke MK. Apapun hasilnya banyak pihak berharap kedua tokoh sentral ini bisa berjabat tangan. Tujuannya untuk meredakan tensi politik.

Paska lebaran sebenarnya menjadi titik tepat bagi Jokowi dan Prabowo untuk bertemu dan berangkulan.  Lebaran sangat pas untuk menyatukan kembali dua tokoh politik ini. Sudah selayaknya keduanya saling memafkan dan membuka pintu untuk saling bekerja sama membangun bangsa.

Elit politik harus mendorong agar pertemuan Jokowi-Prabowo bisa terlaksana. Jika keduanya bisa bertemu dan saling berjabat tangan, polarisasi pendukung keduanya bisa hilang.  Dengan demikian diharapkan ikatan kebangsaan  segenap komponen anak bangsa bisa terjalin kembali.  Berkah lebaran semoga bisa membuat Jokowi dan Prabowo bertemu. Semoga segera terlaksana.

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt