Pengunjung Bawa Bekal Sendiri, Omzet Pedagang Menurun

34

Waduk Gajah Mungkur tujuan wisata di Wonogiri. Insert: Fredy Sasono, Sekretaris Dinas Parpora Wonogiri. Foto: Dok

WONOGIRI, WAWASANCO - Pengunjung Objek Wisata Gajah Mungkur (OWGM) Wonogiri, kini banyak yang membawa bekal makanan sendiri. Dampaknya omzet pedagang makanan di OWGM menjadi menurun drastis.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga (Parpora) Kabupaten Wonogiri, Sentot Sujarwoko, melalui Sekretarisnya, Fredy Sasono, memaparkan hal tersebut, Selasa (11/6). "Kita belum tahu secara persis penyebabnya. Apakah karena harga makanan yang dijual para pedagang dinilai terlalu tinggi, atau membawa makanan sendiri sedang menjadi tren," papar Fredi.

Dijelaskan, menilik konsep objek wisata Gajah Mungkur, lanjutnya, memang merupakan wisata keluarga. Di dalam area disediakan berbagai wahana, mulai dari wahana anak-anak, dewasa sampai orang tua. 

"Di sini, kita sediakan wahana milenial untuk para remaja, wahana satwa untuk anak-anak, Wahana menikmati alam untuk orang tua, dan sejumlah wahana lain yang cocok dinikmati sekekuarga. Jadi para pengunjung merasa nyaman berwisata sekeluarga," katanya.

Setelah menikmati suasana yang ada, masih kata Fredy, mereka menggelar tikar di bawah pohon untuk makan bersama. "Dalam menyiapkan bekal, ada yang membawa mejikjer (penanak nasi) ada yang membawa termos nasi, sejumlah rantang untuk lauk dan sayurnya, serta kelengkapan lainnya. Namun tidak sedikit pula yang membawa bekal yang dikemas dalam dus atau plastik," jelas Fredy.

Dus dan plastik itulah yang akhirnya menjadi tumpukan sampah di OWGM. "Dalam gebyar lebaran ini saja, setiap hari ada dua truk sampah makanan yang harus disingkirkan. Ini merupakan peningkatan yang luar biasa. Dulu, walau ada sampah tapi jumlahnya tidak sebanyak sekarang," beber Fredy.

Dampak lainnya, lanjut Fredy, omset pedagang makanan di OWGM mengalami penurunan. "Hampir semua pedagang mengeluhkan hal yang sama, namun kita tidak dapat berbuat banyak, soalnya kita tak punya kewenangan untuk mwngharuskan pengunjung beli makanan di dalam objek wisata," pungkasnya.

Penulis : tpe
Editor   : wied