Ganjar Pranowo  Buka Festival Balon Udara; Tak Ada Kompromi dengan Balon Liar

295

Sejumlah balon raksasa dengan berbagai ukuran mengudara di Lapangan Hoegeng Pekalongan. Insert"  GubenurJateng membuka Festival balon udara di Kota Pekalongan. Foto: Janti Artati 

PEKALONGAN-Gubenur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP ancam tidak akan mengkompromi para pelaku yang nekad melepaskan balon udara liar ke udara  lantaran tindakan itu sangatberbahaya dan menganggu lalulintas udara yang  bisa berakibat fatal. Hal itu ditegaskannya ketika usai membuka acara Java Balloon Festival di Stadion Hoegeng, Kota Pekalongan, Rabu, (12/6).

Sementara berbarengan hal itu, warga setempat tetap mengudarakan ratusan balon ukuran raksasa ke udar ayang telah diganduli mercon dengan ukuran besar. Aibatnya sepanjang hari Kota Pekalongan tertutup dengan bertebaran balon uadra serta suara mengelegar mercon bersahutan. “Ini sudah tradisi sulit dihilangkan, makanya meski dilarang acara ini tetap jalan,” kata Purwito warga Pekalongan.

Gubenur mengaku prihatin sepanjang perjalanan dari Semarang hingga Pekalongan melihat  dengan masih banyaknya balon udara liar yang diganduli mercon dilepaskan ke udara. Tindakan itu liar dan sangat berbahaya. Bahkan sejumlah pilot melaporkan jika kondisi itu sangat berbahaya bagi penerbangan karena sangat menganggu. “Saatnya balon liar itu tidak dikompromi lagi,”katanya. 

Untuk itu, ia menghimbau agar masyarakat tidak lagi melakukan kegiatan tersebut. Apalagi pemkot telah mengapresiasi hal itu dengan cara menggelar  kegiatan-kegiatan semacam Java Balloon Festival bekerjasama Pemerintah Kota Pekalongan dengan AirNav Indonesia. Wahana itulah yang seharusnya digunakan warga u menampilkan kreasi balon udara dan mewadahi tradisi melepas balon ke udara.”Acara pelepasan balon udara memang sudah menjadi tradisi, namun hendaknya dila dilakukan dengan baik,” katanya. 

Ganjar menyatakan, pihaknya sangat mendukung untuk terus dilestarikan acara tersebut,  karena sangat bermanfaat bagi keselamatan lalu lintas penerbangan di indonesia dan terlihat masyarakat bisa berkumpul dengan sangat guyub dan rukun.
 
Sementara itu, Noviriyanto Raharjo (Direktur Utama AirNav Indonesia) mengatakan, jika cara itu  merupakan tindak lanjut dalam melestarikan tradisi masyarakat menerbangkan balon udara tanpa mengganggu keselamatan dan keamanan penerbangan khususnya di pulau Jawa.
 
Lanjutnya, dalam peraturan Menteri Perhubungan nomor 40 Tahun 2018 besaran balon yang standar dengan ukuran tidak melebihi lebar 4 meter, Tinggi 7 meter, dan balon juga tidak boleh dilepas namun harus ditambatkan sesuai dengan ketinggian maksimal 150 meter.
 
Sementara Dandim 0710/Pekalongan juga sangat mengapresiasi dengan kegiatan yang diselenggarakan, dan berharap selain sebagai sosialisasi tentang menerbangkan balon demi keselamatan penerbangan juga bisa dijadikan objek wisata tahunan. “Tentunya ini hal yang positif yang harus kita dukung, karena dengan kegiatan seperti ini, masyarakat bisa mengerti tentang bahaya apabila menerbangkan balon sesuai ketentuan yang berlaku, atau dilepas begitu saja,” tuturnya.

Dalam even 'Java Traditional Balloon Festival 2019 'ini, panitia juga menyediakan hadiah dengan total mencapai Rp. 70.000.000., yang diberikan kepada pemenang perlombaan yang terbagi dalam beberapa kategori. 


 

Penulis : Jan
Editor   : wied