Ditagih Utang, Pria Asal Wonosobo Tewas  Tercebur ke Sumur

271

Jenazah Prastiyo (40), korban tewas tercebur ke sumur dibawa kw RSUD Brebes untuk divisum, Selasa (11/6) malam. Foto. Eko Saputro

BREBES, WAWASANCO – Prastiyo (40), warga Dusun/Desa Kalikarung RT 002 RW 003 Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo, tewas tercebur ke sumur di Toko Optik Mitra RT 04 RW 19,  Jalan Pusponegoro Kelurahan/Kecamatan Brebe,  Selasa (11/6) malam

Menurut Mahroji  (56) pengelola kontrakan tempat korban yang baru dua malam menginap, mengungkapkan, Setyo panggilan akrab Prasetiyo, mencoba bersembunyi di sumur dengan memegang tali timba. Saat itu, korban berusahamenghindari kejaran Rizal Saefudin (28) peternak ayam dan mantan majikannya yang datang dari Wonosobo untuk menagih utang.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa  terjadi sekitar pukul 18.30 malam,  saat korban pamit sebentar kepada Rizal untuk ke kamar kontrakan sebentar dari ruang tamu guna mengambil charger HP.

“Yang bersangkutan mencoba kabur, setelah dilakukan pencarian ternyata bersembunyi di atas genteng belakang Toko Optik Mitra,” papar Kapolsek Brebes AKP Harti SH saat dihubungi, Rabu (12/6).

Kapolsek menambahkan, saat hendak diajak pulang ke Wonosobo, korban mencoba melarikan diri dari atas genteng. Namun, karena tidak kuat menahan beban akhirnya atap roboh, korban terjatuh di lantai depan kamar mandi dan akhirnya bersembunyi di dalam sumur.

“Rizal mencoba mengejar turun dengan menuruni genteng. Tapi, karena panik akhirnya korban langsung masuk ke sumur dengan menuruni tali. Saat itu kemungkinan korban terjatuh dan tenggelam di sumur,” imbuhnya.

Kapolsek mengemukakan, dari sumur yang berkedalaman 7-8 meter tersebut, korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 21.30 malam oleh Tim SAR, Polsek dan Koramil, setelah dilakukan penyedotan air sumur selama 30 menit.

“Saat berhasil diambil, saudara Setyo sudah dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah langsung dibawa ke RSUD Brebes guna dilakukan visum. Kami juga sudah menghubungi keluarganya melalui majikannya,” beber Kapolsek.

Diketahui, Prastiyo merupakan DPO dari Polres Wonosobo sejak 15 Mei 2019 terkait masalah utang-piutang atas laporan dari majikannya (Rizal) senilai kurang lebih Rp 30 juta  saat masih bekerja.  


 

Penulis : ero
Editor   : wied