Dua Buah Lopis Raksasa Diperebutkan Pengunjung

32

Gubenur Jateng Ganjar Pranowo memotong lopis raksasa. Foto:Janti artati

PEKALONGAN, WAWASANCO - Acara Syawalan yakni sepekan usai lebaran di Kota Pekalongan ditandai dengan pemotongan dua lopis raksasa dengan berat 1,6 ton dan 1 ton lebih  yang dipusatkan di Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Rabu (12/6). Dalam waktu sekejap lopis rakasas yangd ipotong gubenur bersama walikota Pekalonga ludes menjadi rebutan pengunjung yang sejak pagi memadati lokasi.

Ketua Panitia Syawalan Krapyak Kidul Gang 8 Fachrudin,  jika Lopis  yang dibuat gotong royong warga Krapyak Kidul Gang 8 setinggi 200 sentimeter, lingkar 250 sentimeter dan berat 1.600 kilogram. Sedangkan lopis warga Krapyak Lor Gang 1  setinggi 200 sentimeter dan lingkar 83 sentimeter. Lopis itu berasal dari  5 kuintal beras ketan dan untuk membungkusnya menghabiskan 20 pelepah pisang. ”Karena rob terus mengenang, lopis terpaksa ditempatkan di atas panggung yang tergenang rob,”katanya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, acara tradisi yang penuh kearifan lokal harus terus dilestarikan. Ajang ini  termasuk cara-cara untuk mempersatukan indonesia dan masyarakat kota Pekalongan. ”Ajang ini sangat pantas diviralkan,” katanya.

 Seperti diketahui, kue lopis adalah, makanan khas kota Pekalongan yang terbuat dari bahan baku ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan biasa di jadikan hidangan saat merayakan tradisi syawalan di kota Pekalongan. Dalam proses pembuatannya dibutuhkan waktu mengukus selama tiga hari tiga malam agar lopis benar-benar masak.

Diperlukan 450 kg beras ketan, 250 lembar daun pisang dan 48 batang bambu untuk membuatnya. Lantaran keunikannya itu, wajar saja jika tradisi yang sudah ada sejak puluhan tahun tersebut mampu menarik ribuan pengunjung.

 lopis raksasa usai  dipotong dan dibagi-bagikan kepada para pengunjung. Para pengunjung akan berebut untuk mendapatkan lopis beserta daunnya. Karena mereka percaya, bahwa daun bekas bungkus lopis tersebut memiliki khasiat keberkahan.  

 

 

Penulis : Jan
Editor   : wied