Ratusan Pemohon E-KTP Serbu Kantor Dindukcapil

12

Warga antre di kantor Dindukcapil Purbalingga, Selasa (11/6). Mereka hendak mengurus adminduk seperti E-KTP dan Kartu Keluarga. (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA- Ratusan warga pemohon administrasi kependudukan (Adminduk) mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Purbalingga, Selasa (11/6). Mereka hendak mengurus adminduk seperti  seperti E-KTP, Akta Kelahiran, Kartu keluarga (KK) dan kartu pencari kerja.

Kepala Dindukcapil Purbalingga,Imam Sudjono mengatakan, sebagian besar pemohon yang datang ke kantor Dindukcapil adalah pemohon E-KTP. Setidaknya ada 408 pemohon E-KTP perhari saat musim lebaran 2019 kali ini. Ada beberapa faktor mengapa pemohon E-KTP mengalami lonjakan salah satunya banyaknya perantau yang belum sempat melakukan perekaman dan memanfaatkan libur lebaran untuk melakukan perekaman.

“Kita melayani ratusan pemohon adminduk selama musim lebaran ini dan terbanyak adalah pemohon E-KTP sampai 408 tiap harinya,” kata Imam.

Imam menambahkan, banyaknya pemohon adminduk di musim lebaran khususnya saat hari-hari pertama masuk kerja disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat kalau Dindukcapil tidak tutup saat libur kemarin dan menumpuk di hari-hari pertama masuk kerja. Padahal, saat libur dan cuti bersama lebaran kemarin, Dindukcapil Purbalingga hanya tutup pada tanggal 5-6 Juni saja dan selain tanggal itu Dindukcapil Purbalingga tetap buka melayani masyarakat seperti biasa.

“Padahal kami juga sudah beritahukan melalui medsos dan media lain. Ada yang datang tapi tidak seramai kemarin dan hari ini. Mungkin karena dikiranya kami tutup saat cuti bersama kemarin,” ujarnya.

Imam menuturkan, stok blangko E-KTP samapai dengan hari ini berjumlah kurang lebih 900-an. Imam mempunyai kebijakan setiap pemohon yang datang langsung ke kantor Dindukcapil akan langsung dicetak E-KTPnya seperti halnya hari kemarin semua pemohon langsung bisa membawa pulang E-KTP. Prioritas itu dimaksudkan agar pemohon yang datang langsung tidak kecewa dan tetap mendapatkan E-KTP.

“Kita prioritaskan yang langsung kesini. Karena kalau kita utamakan permohonan yang dari Kecamatan kan jumlahnya 4.000-an ya nanti habis dan yang langsung kesini tidak dapat,” lanjutnya.

Imam menegaskan, jemput bola perekaman E-KTP tetap berjalan. Tercatat ada 70 Desa yang akan didatangi petugas Dindukcapil Purbalingga untuk direkam data kependudukannya dan jadwal sedang disusun. “Jemput bola jalan terus. Ada 70 Desa yang akan kita datangi untuk kami rekam,” tegasnya.

Saat disinggung apakah Purbalingga akan mencontoh daerah lain yang bekerja sama dengan PT Pos dalam pengiriman E-KTP, Imam menjelaskan belum ada rencana ke arah sana. Hal tersebut disebabkan karena itu berhubungan dengan anggaran. Pemkab Purbalingga belum menganggarkan biaya pengiriman yang per-unitnya bisa mencapai Rp 7.000“Anggarannya belum ada dan itu juga bisa ditunggu beberapa menit bisa kita cetak,” imbuhnya.  


 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : wied