Apapun Keputusan MK, Jangan Ada Kegaduhan

  • Terkait Sengketa Pilpres
40

Rektor UMP Anjar Nugroho . (Foto :Dok)

PURWOKERTO, WAWASANCO-Proses hukum sengketa  Pilpres sedang dilaksanakan di Mahkamah Konstitusi (MK). Apapun hasil keputusan MK nantinya, diharapkan tidak ada lagi kegaduhan. “Masyarakat tidak menginginkan kegaduhan. Kalau situasi tentram, dan tenang, maka masyarakat punya kesempatan untuk memikirkan dan melakukan aktivitas yang lebih positif dan bemanfaat,” kata Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), dr Anjar Nugroho, usai silaturahmi dengan jajaran Polres Banyumas, Rabu (12/6).

Anjar menyampaikan ,  negara ini merupakan negara konstitusional. Sehingga jika ada ketidakpuasan terkait hasil Pilpres  juga harus diselesaikan secara konstitusional  “Segala sesuatu bisa kita selesaikan secara konstitusional, termasuk konflik di pemilu. Kalau MK sudah memutuskan, maka nanti harus dihormati oleh semuanya,” jelasnya.

Lebih lanjut Rektor mengatakan, semua lapisan masyarakat, baik pendukung 01, ataupun 02, harus mematuhi, menghormati. Apapun hasil dari putusan MK, karena menurut Anjar , itu adalah ujung atau tempat terakhir seluruh komponen bangsa ketika terjadi persoalan yang terkait dengan masalah hukum.

“Apa yang menjadi gagasan kami terkait dengan situasi nasional sekarang, Alhamdulillah apa yang kami sampaikan sejalan dengan pihak kepolisian agar negara ini menjadi tenang, dan tentram. Kalau situasi tentram, dan tenang, maka masyarakat punya kesempatan untuk memikirkan dan melakukan aktivitas yang lebih positiv dan bermanfaat,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengatakan kedatangan Rektor UMP menjadi tanda bahwa dunia kampus juga mendukung upaya- upaya yang dilakukan Kepolisian dalam menjaga keamanan, pasca Pemilu.

“ Ini sebagai tanda bahwa civitas akademikapun berharap kepada seluruh masyarakat agar situasi tetap kondusif. Karena masyarakat menginginkan Indonesia tetap damai,” imbuhnya.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt