Halal Bi Halal, Bersihkan Hati dan Bersihkan Pasar

23

Bupati Hj Idza Priyanti SE MH menghadiri acara halal bi halal yang digelar Dinkopumdag di Gedung Korpri, Brebes, Kamis (13/6). Foto. Eko Saputro

BREBES, WAWASANCO - Momentum halal bihalal, hendaknya bisa dijadikan upaya membersihkan hati dan juga membersihkan pasar tradisional. Tekad membersihkan diri harus dimulai dari diri sendiri. Termasuk membersihkan pasar-pasar tradisional harus dimulai dari pengelola dan pedagang agar penjual maupun pembelinya

sama-sama betah.  Ajakan tersebut disampaikan Bupati Hj Idza Priyanti  SE MH kepada seluruh jajaran pegawai di lingkungan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kabupaten Brebes pada acara  Halal bi Halal yang digelar di Gedung Korpri, Jalan MT Haryono, Brebes (13/6).

“Kebersihan pasar tradisional, akan memuaskan para pelanggan sehingga asyik belanja di pasar,” ujar bupati.

Dia menambahkan, sebanyak 52 pasar tradisional yang menjadi tanggung jawab Dinkopumdag jangan sampai kotor apalagi terkesan kumuh. Untuk itu, harus ditata barsama sedemikian rupa sehingga pedagang maupun pembeli selalu senang, betah dan berkah. 

Selain meminta maaf kepada seluruh jajaran Dinkopumdag, bupati juga mengucapkan terima kasih terkait bidang koperasi karena terbukti selalu berprestasi di tingkat nasional. Hampir setiap tahun selalu meraih penghargaan tingkat nasional. 

"Komitmen Pemkab Brebes dalam mempertahankan koperasi yang ada di Brebes menjadi penilaian tersendiri dari Kementerian Koperasi," jelasnya.

Bupati menambahkan, Pelaku Usaha Mikro Kecil di Brebes juga saat ini mendapat tempat yang layak. Terbukti,  rest area KM 260 B di jalan Tol Brebes mengakomodir para pelaku UMKM Brebes untuk berdagang di rest area tersebut. 

"UMKM di Brebes semakin menggeliat dan menunjukan kemajuan yang berarti setelah mereka saling berkompetisi, namun juga rukun dalam suatu wadah Forum Guyub Rukun Saklawase dan Paguyuban Remojong Adab yang berkiprah di luar daerah," bebernya.

Kepala Dinkopumdag Brebes Drs M Zaenudin menjelaskan, kegiatan halal bi halal digelar dalam upaya memberikan spirit persatuan dan kesatuan. Bidang garapan dan tugas serta banyaknya karyawan yang tersebar se- Kabupaten Brebes maka dipandang perlu mengadakan halal bi halal.

“Bupati maupun saya tidak bisa satu per satu mengunjungi bapak dan ibu ke rumah masing-masing, maka pada kesempatan halal bi halal seperti  inilah kita bisa saling maaf- memaafkan,” ujar Zaeunudin.

Ketua Panitia Maryono menuturkan, halal bi halal diikuti  lebih kurang 500 peserta dari berbagai unsur, antara lain kepala pasar, pelaku UMKM, dan jajaran Dinkopumdag Kabupaten Brebes. Sebagai pembicara dalam acara tersebut, yakni Pengasuh Majelis Taklim Al Ikhlas Pasarbatang Brebes KH Jaerukhi BA. 


 

Penulis : ero
Editor   : wied