Mengungkap Tabir Kerusuhan 22 Mei


(Foto :Dok Sketsanwes.com)

Langkah cepat jajaran kepolisian untuk mengusut kasus demonstrasi yang berbuntut kerusuhan di Jakarta 22 Mei lalu perlu diapresiasi.  Polisi juga telah memaparkan kepada media mengenai perkembangan penyidikan. Termasuk menangkap pelaku dan juga penyandang dana kerusuhan tersebut.

Demonstrasi terkait ketidakpuasan hasil Pilpres  yang dilakukan ribuan massa di Jakarta pada 21-22 Mei lalu memang menyisakan pertanyaan.  Mengapa aksi massa  yang semula damai bisa berlanjut dengan kerusuhan.  Sembilan  orang dinyatakan meninggal dan 737 orang lainnya terluka.

Apapun motif dibalik kerusuhan itu, ini menjadi tragedi yang tidak boleh terulang. Kita memang sudah menyadari bahwa proses Pemilu 2019 begitu melelahkan. Rivalitas antara Jokowi dan Prabowo Subianto yang kembali bertarung di ajang tersebut membuat polarisasi di kalangan pendukungnya.

Kondisi tersebut sudah dimulai sejak keduanya bersaing di Pemilu 2014.  Saat itu Prabowo yang berpasangan dengan Cawapres Hatta Radjasa juga sempat menggugat hasil Pemilu melalui Mahkamah Konstitusi (MK).  Gugatan ditolak dan Jokowi yang saat itu berpasangan dengan Cawapres Jusuf Kalla memenangkan Pilpres dengan selisih suara sekitar 6%.

Walau kontestasi saat itu sudah usai, namun polarisasi antara dua kubu termasuk di kalangan akar rumput pendukung terus terjadi. Termasuk ketika Jokowi dan Prabowo kembali bersaing di Pilpres 2019.  Dari hasil penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Pemilu 2019, Jokowi yang berpasangan dengan KH Maaruf Amin kembali unggul dengan 55,50% suara. Sedangkan Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga Uno memperoleh 44,50% suara.

Paska penghitungan suara  itu muncul ketidakpuasan hasil Pilpres dari kubu Prabowo. Buntutnya aksi demo di depan kantor Bawaslu pada 21-22 Mei lalu. Patut disayangkan ternyata demo tersebut berbuntut kerusuhan.  Untung saja polisi bertindak sigap dan melakukan penyidikan.

Sejumlah nama yang dijadikan tersangka ditangkap. Polisi juga masih melakukan penyidikan lanjutan. Ternyata muncul berbagai temuan polisi  termasuk diantaranya rencana pembunuhan empat tokoh nasional.  Kita tentu mendorong polisi melakukan penyidikan secara tuntas. Karena apapun dan bagaimanapun kerusuhan tersebut membawa preseden buruk.

Penyidikan dan pengusutan secara tuntas menunjukkan bahwa negara hadir.  Jika penyidikan kasus ini  tidak dituntaskan, kita khawatir akan menjadi preseden buruk.   Oleh karena itu mari kita dukung langkah polisi yang memproses secara hukum kasus kerusuhan tersebut. Termasuk siapa dalang dibalik itu semua.

Yang terpenting adalah asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan. Bagaimanapun kekerasan tak bisa dibenarkan. Masyarakat menunggu proses hukum yang dilaksanakan oleh kepolisian. Tabir kerusuhan 22 Mei harus disingkap. Pelaku dan penyandang dana sudah ditetapkan sebagai tersangka.  Namun dalang dan otak kerusuhan harus juga dibongkar. Kita ingin semuanya dituntaskan, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Selain itu juga untuk mengakhiri semua kegaduhan di Pilpres 2019.

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt