Teliti Kulit Pisang Kepok, Amin Samiasih Raih Gelar Doktor


DOKTOR BARU - Dr Amin Samiasih bersama Promotor, Co Promotor dan penguji, usai sidang tertutup program doktor di kampus Pascasarjana Undip Semarang, Rabu (12/6). Foto.dok

SEMARANG, WAWASAN.CO - Disertasi berjudul ‘Pengaruh Kulit Buah Musa Paradisiaca Var Kepok (Pisang Kepok), dalam Menghambat Plak Aterosklerosis pada Kelinci New Zealand White’, berhasil mengantarkan Amin Samiasih, meraih gelar Doktor Ilmu Kedokteran / Kesehatan (DIKK) pada program Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran/ Kesehatan Fakultas Kedokteran Undip.

Dipromotori oleh  Prof Dr dr Hertanto WS MS SpGK (K) dengan Co Promotor Prof dr Edi Dharmana dan Prof dr Hardhono Susanto, dosen Keperawatan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) tersebut mampu mempertahankan disertasinya dihadapan tujuh penguji, di gedung pasca sarjana Undip Pleburan Semarang, Rabu (12/6).

“Pengobatan jangka panjang, menyebabkan efek yang berat pada fungsi organ. Untuk itu, diperlukan solusi pencegahan dengan efek minimal. Disatu sisi, kulit buah pisang diketahui mengandung nutrisi, dan antioksidan yang tinggi. Ekstrak esktrak kulit (Musa Paradisiaca Var Kepok), memiliki potensi besar dalam menghambat terjadinya plak aterosklerosis,” ungkapnya.

Dosen Keperawatan yang juga Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan LPPPM Unimus tersebut mengungkapkan, bahwa angka kejadian aterosklerosis akibat DM hiperlipidemia semakin meningkat. 

"Melalui studi Randomized pre and post test, with control group design yang dilakukan pada hewan coba  kelinci New Zealand White, berhasil dibuktikan bahwa pemberian ekstrak kulit buah pisang kepok, mampu menghambat plak aterosklerosis," terangnya.

Selain itu, juga mampu menghambat penebalan tunika intima arteri karotis kelinci New Zealand White, yang diberi diet High Fructose Fat Diet (HFFD) selama 90 hari.

"Temuan penelitian menunjukkan, ekstrak kulit buah pisang Kepok, signifikan menghambat plak aterosklerosis dengan petanda penurunan indeks risiko koroner, IL-6, MDA dan menghambat penebalan tunika intima arteri karotis kelinci” terang Amin Samiasih.

Tidak hanya itu, kadar Malondialdehyde (MDA), Interleukin-6  dan Indeks Risiko Koroner dapat diturunkan dengan pemberian ekstrak kulit buah pisang kepok dengan dosis 200mg/Kg BB/hari.

Temuan penelitian tersebut, diharapkan  bermanfaat sebagai sumbangan ilmu pengetahuan, dengan memperhatikan manfaat ekstrak kulit pisang Kepok dalam mencegah atau mengatasi aterosklerosis.

Penelitian lebih lanjut diperlukan berupa uji toksisitas akut dan kronis, sebelum dilanjutkan uji klinik (manusia), sehingga ekstrak kulit pisang kepok dapat menjadi salah satu bahan obat tradisional alternatif yang terstandar atau menjadi obat herbal fitofarmaka.

Melalui karya disertasinya Dr Amin juga berhasil menghasilkan satu buku berISBN, satu karya Hak Cipta Teknologi Tepat Guna (TTG) dan dua karya hak paten.

Sementara itu,  Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi menyampaikan bahwa, profesionalisme sebagai dosen diharapkan semakin meningkat dengan capaian gelar doktor yang dimiliki.

“Gelar Doktor yang diperoleh Dr Amin Samiasih, menambahkan jumlah doktor di Unimus menjadi 36 orang. Seemoga tambahan doktor baru, dapat memberi berkah bagi lembaga. Harapannya bisa menambah kekuatan Unimus, dari segi sumber daya manusia, untuk persiapan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Unimus menjadi A. Tentunya perlu dukungan dari seluruh aspek, termasuk dosen dengan meningkatkan dosen yang berpendidikan doktor," pungkas Rektor. Rix

Penulis : arr
Editor   : edt