DEMAK, WAWASANCO-Dua dosen Universitas Sultan Fatah (Unisfat) Demak berhasil meraih gelar doktor pada waktu hampir bersamaan belum lama ini. Keduanya adalah Mohammad Debby Rizani, dosen di Fakultas Teknik, serta Caroline, dosen di Fakultas Ekonomi.
Debby Rizani dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan di Universitas Brawijaya. Dosen Prodi Teknik Sipil itu berhasil mempertahankan desertasinya yang berjudul “Pengelolaan Sanitasi Permukiman di Wilayah Perkotaan dengan Menggunakan Kolaborasi Metode Perencanaan Teknokratik dan Partisipatif Kota Mojokerto”.
Sementara Caroline menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Diponegoro. Dengan judul desertasi Pola Interaksi Spasial Human Capital dan Dampak Human Capital Spillover Terhadap Pertumbuhan Ekonomi : Studi Empiris 10 Negara ASEAN.
Ditemui pada acara Halal Bihalal keluarga besar Unisfat Demak, Debby menjelaskan, permasalahan pengelolaan sanitasi di negara berkembang dipengaruhi oleh tingkat kemiskinan, ketidakseimbangan lingkungan dan sosial, kepentingan politik serta rendahnya kesadaran masyarakat hidup bersih dan sehat. Perencanaan pengelolaan sanitasi yang dilakukan oleh pemerintah secara teknokratik, belum mampu menjawab permasalahan pengelolaan sanitasi serta meningkatkan layanan sanitasi secara optimal. Karenanya dibutuhkan sinergitas, kerja sama lintas sektoral dan partisipasi masyarakat guna menunjang pengelolaan sanitasi dalam mencapai target layanan sanitasi.
Sementara mengenai disertasinya, Caroline memaparkan, penelitiannya berawal dari pemikiran tentang human capital yang berupa pendidikan dan kesehatan yang melekat pada tenaga kerja. Dengan adanya limpahan modal manusia (human capital spillover) yang melimpah dan terkonsentrasi pada suatu wilayah dengan kuantitas dan kualitas yang berbeda menjadi pertimbangan pekerja dengan tingkat pendidikan dan keahlian tertentu memutuskan untuk melakukan mobilitas ke wilayah lain.
"Keterbukaan perekonomian ASEAN memungkinkan tenaga kerja satu negara melakukan mobilitas satu negara ke negara lain dalam kawasan ASEAN. Maka itu perlu adanya pemberlakukan sertifikasi profesi berstandar internasional, untuk melindungi sekaligus menjamin kesejahteraan para tenaga kerja terkait," ujarnya.
Di sisi lain Rektor Unisfat Suemy menyampaikan, disandangnya gelar doktor para dosen di Unisfat merupakan suatu hal yang patut disyukuri. Selanjutnya, dengan meraih gelar doktor bukanlah akhir, namun awal dari perjalanan yang baru.
“Unisfat mengharapkan kiprah yang lebih besar dari para dosen yang sudah menyandang gelar Doktor sebagai gelar pendidikan tertinggi di bidang akademik," ujarnya.
Ibu dua putera itu menuturkan kebahagiaan dan kebanggaannya karena diraihnya gelar doktor kedua dosennya itu. "Semoga dapat menjadi bagian pendidik Unisfat yang selalu istiqomah dalam melakukan pengembangan ilmu dan selalu mengajak orang lain untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM di bumi Kota Wali,"
Penulis : ssj
Editor : jks