Jalan 20 Kilometer, Bintara Remaja Jalani Pembaretan

19

Kapolres Pemalang AKBP Kristanto Yoga Darmawan memberikan ucapan Bintara Remaja yang baru saja menjalani proses pembaretan. Foto : Probo Wirasto.

PEMALANG, WAWASANCO – Sebanyak 12 bintara remaja kepolisian akhirnya secara resmi menjadi keluarga besar Polres Pemalang, setelah menjalani proses pembaretan di halaman Mapolres yang dipimpin langsung Kapolres Pemalang AKBP Kristanto Yoga Darmawan. Dalam proses tersebut mereka harus berjalan kaki sejauh 20 Kilometer dari wilayah Desa Surajaya hingga Desa Taman, Selasa (18/6).

Kapolres Pemalang dalam amanatnya menjelaskan bahwa Bintara Remaja yang mengikuti pembaretan merupakan lulusan Diktuk Brigadir Tahun 2018, dan tradisi ini merupakan suatu kegiatan rutin yang dilakukan sebelum bertugas. Dengan tujuan sebagai upaya orientasi kewilayahan, sekaligus uji kekuatan fisik dan mental sebelum mereka menjalankan tugas Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Dalam perjalanan sejauh 20 kilometer para Bintara Remaja juga mendapatkan ujian berupa latihan fungsi Kepolisian yang diberikan di 4 pos yang ada di sepanjang perjalanan, dan wajib untuk diselesaikan karena untuk menggambarkan bagaimana tugas yang akan dilaksanakan mereka sehari-hari nantinya di Kepolisian.

"Sehingga diharapkan akan lebih baik dalam melayani masyarakat, terlebih dalam menghadapi tantangan yang semakin komplek,"tegasnya.

Kurang

Sementara Wakapolres Pemalang, Kompol Malpa Malacoppo, dalam keterangan pada wartawan mengungkapkan dengan adanya tambahan 12 Bintara Remaja memang jumlah anggota Polres Pemalang memang akan bertambah, akan tetapi disisi lain jumlah anggota yang memasuki masa pensiun justru lebih banyak sehingga jika dilihat secara rasio dengan penduduk Pemalang memang belum ideal.

Memang jika dihitung dengan rasio ideal seperti di luar negeri maka satu anggota Polri melayani 500 warga, akan tetapi dengan jumlah penduduk Kabupaten Pemalang yang mencapai 1,4 Juta maka masih sangat kekurangan karena jumlah anggota Polres Pemalang baru mencapai 700 an. Meski demikian hal tersebut tidak menganggu tugas sehari-hari sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

Dalam prosesi pembaretan tersebut perwakilan Bintara Remaja mendapatkan siraman air bunga sebelum memakai baret, disusul atraksi ketangkasan berupa bongkar pasang senapan dengan mata tertutup.

Penulis : pw
Editor   : wied