Tersangka juga Berhubungan Intim dengan Korban

  • Reka Ulang Pembunuhan Pagerjirak

Tersangka Ikhwan Suryanto (51) memeragakan adegan menggendong usai memukul korban, saat reka ulang, Rabu (19/6). (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA,  WAWASANCO - Kasus pembunuhan dengan  tersangka Ikhwan Suryanto (51), warga Dusun Pagerjirak Desa Kejobong RT 19 RW 09 Kecamatan Kejobong, Purbalingga dengan korban  Sutini alias Seni (45), yang tak lain adalah tetangganya sendiri, Rabu (19/6) direka ulang.

Proses reka ulang mendapatkan pengamanan ketat dari puluhan aparat kepolisian.  Reka ulang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Willy Budiyanto. Dari hasil reka ulang terungkap bahwa sebenarnya pelaku memiliki hubungan khusus dengan korban. “Pelaku juga mengaku sempat beberapa kali berhubungan intim dengan korban. Termasuk setelah korban dipukul dan dibunuh,” ungkapnya.

Polisi masih mendalami pemeriksaan terhadap pelaku terkait  pengakuan tersebut. Rekonstruksi dilakukan di lokasi pembunuhan. Masing-masing di rumah korban dan pelaku serta di Belik Sidudut  yang menjadi tempat mencuci baju korban. “Di lokasi itu pelaku juga datang dan menghabisi nyawa korban,” ujarnya.

Kejahatan tersebut dilakukan pelaku pada Kamis (30/5) saat korban hendak mandi dan mencuci pakaian di di sendang belik Sidudut yang ada di dusun tersebut.  Saat itu pelaku melihat korban sedang mandi. Kontan saja pelaku mendekati lalu menyekap korban. “Dia juga memukul-mukul tengkuk korban  sampai korban jatuh pingsan,” jelasnya.

Selanjutnya saat keadaan tersungkur tidak berdaya, pelaku menginjak-injak leher dan punggung korban sampai meninggal dunia.  Petugas Polsek Kejobong dan Polres Purbalingga  melakukan penyelidikan setelah mendapatkan laporan bahwa korban hilang. “Polisi berhasil menemukan mayat korban pada Jumat (31/5). Setelah dilakukan autopsi diketahui korban meninggal karena ada unsur penganiayaan,” lanjutnya.

Terkait ancaman hukuman kepada  tersangka, polisi masih melakukan pendalaman. Ada kemungkinan pembunuhan tersebut sudah direncana. Pasalnya ternyata korban dan pelaku sudah lama berhubungan intim. Saat itu kemungkinan pelaku kesal karena korban mengumpatnya. Sebelumnya pelaku dijerat dengan tindak pidana pembunuhan, sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara. “Kami masih terus melakukan pendalaman,” katanya lagi. 

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : wied