Tingkatkan Perekonomian Warga lewat Produksi Krupuk Cumi


MEMBUAT – Para perempuan di Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Pati, diberdayakan untuk membuat krumi, dalam upaya peningkatan perekonomian keluarga. Foto dok

PATI, WAWASAN.CO - Potensi perikanan laut di wilayah pesisir utara pulau Jawa sangat menjanjikan. Nelayan pun menjadi pilihan profesi bagi masyarakat, khususnya di Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Pati. Dari berbagai jenis hasil laut yang ditangkap, cumi-cumi menjadi salah satu primadona.

Namun sejauh ini, hanya cumi-cumi berukuran besar yang memiliki daya jual cukup tingggi, sedangkan untuk cumi-cumi kecil harga jualnya hanya Rp16 ribu per kilogram.

"Melihat kondisi seperti ini, ditambah dengan perekonomian keluarga nelayan yang tidak stabil. Kami melihat adanya sebuah peluang usaha, dengan memanfaatkan hasil tangkapan laut untuk meningkatkan perekonomian warga,” papar Ketua Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) UPGRIS Icha Duwi Meidha Sari, Kamis (27/6).

Bersama anggota tim, yang terdiri dari Husniati Salamah, Pipit Eka Septiani serta Ulvi Atika Suri, dengan dosen pembimbing Duwi Nuvitalia SPd MPd, PKM-M UPGRIS memberikan pelatihan produksi kerupuk cumi (krumi), dengan memberdayakan para perempuan di desa tersebut. Kegiatan PKM  ini, dimulai dengan koordinasi dan konsultasi dengan masyarakat di Desa Bendar, hingga sosialisasi dan pelatihan produksi kerupuk cumi.

“Hasil dari kegiatan ini, dengan terbentuknya mitra yang memproduksi kerupuk cumi beserta pemasarannya. Selain itu, produk imi akan diangkat sebagai oleh-oleh khas Desa Bendar,”lanjutnya.

Dipaparkan, proses pelatihan tersebut dimulai dari pembelian bahan baku, produksi, sampai ke pemasaran. Kegiatan ini bertujuan untuk membimbing anggota mitra dalam produksi kerupuk cumi, agar dapat memahami proses pengelolaan dengan baik dari pembelian hingga ke pemasaran.

“Kita juga lakukan pendampinga, agar kelompok wirausaha atau mitra Desa Bendar mampu menghasilkan kerupuk cumi yang berkualitas. Sekaligus mampu melaksanakan pembuatan kerupuk cumi secara berkala, dengan kualitas hasil yang sama,” tambahnya.

Sejauh ini, mitra telah melakukan produksi selama satu bulan dengan memproduksi 40 kg krumi. Hasil produksi ini, telah dipasarkan secara online melalui market UPGRIS, media sosial dan offline seperti bazar. 

“Hasilnya bagus, masyarakat atau konsumen antusias sebab selama ini memang belum ada jenis ini. Keuntungan yang didapatkan sebanyak 60%, dari biaya produksi, dengan harga setiap satu bungkus ukuran 250 gram seharga Rp12.500 untuk kerupuk mentah dan Rp 35 ribu untuk kerupuk matang. Hasilnya pun mampu menambah perekonomian keluarga para nelayan,” tandasnya. Rix

 

Penulis : arr
Editor   : edt