Tuntut Uang Kembali, Nasabah Geruduk Bank Salatiga

68

Para korban Bank Salatiga saat menuntut uang mereka kembali dengan membentangkan poster serta poster berisikan kecaman, di Depan Kantor PD BPR Bank Salatiga, Kamis (27/6). Foto : Ernawaty

SALATIGA , WAWASANCO- Sambil membawa poster bernada kecaman, puluhan nasabah Bank Salatiga menggeruduk Kantor Bank Salatiga Jalan Diponegoro No 10 Salatiga, Kamis (27/6).  Rata-rata lanjut usia, para pengunjung rasa itu menuntut tanggung jawab bank plat merah milik Pemkot Salatiga itu untuk mengembalikan uang mereka. 

Mendapat pengawal ketat pihak Kepolisian, para nasabah ini kesal setelah hampir satu tahun uang mereka dengan total mencapai Rp 14 miliar yang belum bisa dicairkan lantaran dikorupsi sejumlah oknum Bank Salatiga sendiri.  "Kami memberanikan diri ke bank mint pertanggungjawaban bank bagaimana. Saya minta pihak Bank Salatiga bertanggungjawab atas uang kami. Jumlahnya semuanya kurang lebih Rp 14 miliar dengan jumlah nasabah sekitar 21-an orang. Saya menjadi perwakilan paguyuban para korban Bank Salatiga," tandas Lianawati (50) kepada wartawan (27/6). 

Ia menyebut, para korban termasuk dirinya telah menunggu hampir setahun lamanya dan belum melihat ada iktikad baik dari management PD BPR Bank Salatiga. 
"Dulu para sales atau marketing Bank Salatiga mendatangi kami agar menabung sekarang ketika kami hendak meminta uang dikembalikan malah dipersulit. Ada Widi, Narti, Lina, masih diakui sebagai karyawan Bank Salatiga. Dari bank Salatiga belum ada niat baik untuk mengembalikan dana nasabah," tandasnya, kesal. 

Yang membuat kesal dan marah para nasabah, lanjutnya, dikatakan jika dana (para nasabah) tidak masuk sistem di PD BPR Bank Salatiga. 
"Dana saya sendiri Rp 145 juta. Kasihan Bu Susi, mencapai Rp Rp 9 miliar total dana kami Rp 14 miliar yang tidak bisa dicairkan," sebutnya. 

Setelah cukup lama di depan kantor Bank Salatiga, perwakilan nasabah ini akhirnya beraudensi dengan direksi dan kuasa hukum Bank Salatiga di ruang belakang dan baru selesai pukul 12.00 WIB.

Menyelesaikan 

Terpisah, Direktur Utama PD BPR Bank Salatiga (Bank Salatiga),  Darto Supriyadi didampingi mantan kuasa hukum mengatakan akan membantu menyelesaikan nasib uang para nasabah ini dengan mempertimbangkan putusan pengadilan dan ketentuan yang berlaku sesuai undang-undang. "Kami akan mempertimbangan dengan sesuai peraturan dan ketentuan yang ada," tandas Darto Supriyadi.

Ditambahkan Suruso Ucok Kuncoro selaku mantan  Kuasa Hukum Bank Salatiga memberi masukan sekaligus meluruskan persepsi agar nasabah didengar dan ditampung dulu kepinginnya diikuti pembuktian yang valid. 

"Kami selaku Penasehat Hukum PD BPR Bank Salatiga sebenarnya bersifat pasif. Karena kamikan bukan pelaku-pelaku / Staf PD BPR Bank Salatiga. Kami tadi (diminta datang ke Kantor Bank Salatiga) sebenarnya hanya menyampaikan hasi Gugatan Perdata &Tipikor  Pidananya saja, belum menyentuh Legal Standing Siapa sebagai Tergugat I, II, III, IV & V tapi malah salah persepsi khususnya Tjoe Si Bagong yg seolah-olah kami ini membela Pihak PD BPR Bank Salatiga maupun P. Habib dan tidak punya hati," sebut Ucok yang dinilainya, secara utuh tidak terekam


Terkait kasus Bank Salatiga tersebut, pengadilan Negeri Tipikor Semarang telah menetapkan mantan Dirut PD BPR Bank Salatiga M Habib Shaleh sebagai tersangka atas kelalaian selama menjabat sejak tahun 2008 hingga 2018 dan membuat bank merugi sebesar Rp 24,7 miliar. Berdasarkan keterangan tersangka itu beberapa nama diduga turut menggunakan uang nasabah diantaranya Sunarti dan Dwi Widiyanto, untuk menutup selisih tabungan nasabah yang digunakan kepentingan pribadi pegawai bank.

"Ada almarhum Joko Triono sebesar Rp 67,8 juta,  Maskasno sebesar Rp 128,5 juta dan Bambang Sanyoto sebesar Rp 118,3 juta," katanya

Selain itu, juga digunakan untuk angsuran kredit almarhum Joko Triyono Rp 175 juta dan Maskasno Rp 94,8 juta. Jumlah totalnya kurang lebih Rp 584 juta.
Sedangkan sisanya lanjut Habib, berdasarkan keterangan Sunarti dan Dwi Widiyanto digunakan untuk menutup kredit instansi, memberi hadiah, membayar kredit macet atau memperbaiki NPL, cash back, deposito nasabah.

Penulis : ern
Editor   : jks