Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelang dan Kantor Unit Laka Lantas Dilempari Bom Molotov

93

Unang, salah satu  tenaga keamanan rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang menunjukkan  jelaga bekas lemparan bom Molotov. Foto: Widiyas Cahyono

MAGELANG, WAWASANCO – Rumah Ketua DPRD Kota Magelang dan Kantor Unit Kecelakaan Lalu-lintas Polres Magelang Kota dilempari bom molotov, Rabu (3/7) malam. Pelemparan bom molotov di rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang, di Jalan Diponegoro 55 Kota Magelang, dan Kantor  Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas di Jalan Ikhlas Magelang itu masih kini dalam penyelidikan polisi.

“Kasus tersebutb saat ini masih dalam penyelidikan dan tidak menimbulkan kerusakan yang berarti ,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi, Kamis (4/7).

Idham mengatakan, aksi pelemparan bom Molotov di dua lokasi tersebut  menggunakan botol yang berisi bahan bakar minyak tanah. Menurutnya, pihaknya juga telah meminta rekaman CCTV yang ada  di rumah dinas Ketua DPRD tersebut.

Sementara itu, salah satu penjaga rumah dinas Ketua DPRD,  Didik Bachtiar mengatakan,  peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.25 WIB. Saat itu, ia bersama salah satu rekannya, Bambang  tengah duduk-duduk di bagian teras depan rumah. Dan, tiba-tiba dikejutkan dengan suara ledakan.

 “Setelah terdengar suara der lalu  ada kobaran api di pintu garasi dan muncul kobaran api yang membumbung cukup besar,” katanya.

Setelah melihat adanya kobaran api, ia bersama rekannya langsung memadamkannya dengan menyemprotkan air, dan melaporkan  kepada polisi yang berjaga di Kantor KPU Kota Magelang, yang letaknya bersebelahan. “Di bekas tempat jatuhnya bom molotov tercium bau bahan bakar bensin. Saat ini sedang didalami sama penyidik, kerusakan nggak ada,’’ tegasnya.

Sementara itu, terpisah Ketua DPRD Kota Magelang Budi Prayitno mengaku akan  menyerahkan penyelidikan kasus pelemparan bom molotov di rumah dinasnya kepada kepolisian. Ia juga berharap agar nantinya bisa diketahui siapa yang berada di balik kasus tersebut.

 “D ibalik layar niku sinten, mangke kan ketahuan. CCTV pun onten. Di balik niku sinten, motif napa, di balik niku sinten sing kudu dinganokke. Ben klir (Dibalik layar itu siapa, nanti kan ketahuan CCTV sudah ada. Dibalik itu motif apa, siapa yang ada dibaliknya harus diungkap. Biar jelas),” katanya

Ia menambahkan, kasus terror ke rumah dinas Ketua DPRD tersebut bukan yang pertama kalinya, melainkan dulu juga pernah terjadi saat Ketua DPRD masih dijabat oleh Hasan Suryo Yudho dan saat itu dilempari menggunakan batu.

“Zaman dulu sudah pernah to? Zamannya Pak Hasan pernah, hanya batu,” katanya.

 Ia juga meminta masyarakat Kota Magelang tidak perlu cemas dengan kejadian tersebut, karena  kasusnya sudah ditangani kepolisian.

Penulis : widias
Editor   : wied