Gubernur Ganjar Pranowo Luncurkan Aplikasi ‘Agro Jowo’

831

Gubernur Jawa Tengah , Ganjar Pranowo meluncurkan aplikasi  berbasis telepon pintar  untuk mengatasi permasalahan pemasaran produk pertanian yang selama ini dikeluhkan oleh para petani.Aplikasi   yang dikembangkan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah tersebut diberi nama “Agro Jowo’. Foto: widiyas Cahyono

TEMANGGUNG, WAWASANCO - Gubernur Jawa Tengah , Ganjar Pranowo meluncurkan aplikasi  berbasis telepon pintar  untuk mengatasi permasalahan pemasaran produk pertanian yang selama ini dikeluhkan oleh para petani.Aplikasi   yang dikembangkan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah tersebut diberi nama “Agro Jowo”.

”Melalui aplikasi ini, para petani dapat mencatatkan hasil panen, para pelaku usaha olahan agro dapat memposting produk-produk hasil olahannya, serta para pedagang akan mudah mendapatkan informasi komoditas pertanian dan hasil olahan agro untuk dijual dalam jumlah besar, baik untuk pasar lokal maupun pasar ekspor,” kata Ganjar Pranowo usai membuka pameran Soropadan Agro Ekspo ke-9 di di Pusat Pelayanan Agribisnis Agro Center Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Kamis  (4/7).

Ganjar mengatakan,  aplikasi tersebut  sebagai media untuk pemasaran yang sifatnya  Business to Business (B2B) bagi para petani atau UKM di bidang olahan hasil pertanian, perikanan dan peternakan. Selain itu, aplikasi tersebut juga bisa digunakan para pelaku usaha atau pedagang baik usaha perdagangan dengan penjualan di lokal atau ekspor.

Menurutnya, dengan penerapan aplikasi berbasis android tersebut, diharapkan bisa memangkas proses pemasaran petani, sehingga petani semakin sejahtera. Diakuinya, dalam penerapan aplikasi tersebut masih perlu untuk mengajari para petani di Jawa Tengah agar lebih pintar dalam menggunakannya.

“Ini yang menjadi ‘PR’ bersama kita, dan menjadi tugas khusus dari para penyuluh pertanian dan Dinas Pertanian untuk memberikan pelatihan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebelumnya Kementrian Pertanian juga telah menggunakan aplikasi bagi  petani untuk memasarkan produknya berbasis aplikasi,  yani I-MACE (peta komoditas ekspor produk pertanian).

Menurutnya, dengan aplikasi tersebut seluruh potensi-potensi pertanian  yang mempunyai peluang  ekspor di  Jawa Tengah mudah diketahui dari pembeli dari dalam dan luar negeri.

Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi mengatakan kegiatan Soropadan Agro Expo sudah sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Kementan.

Ia mengatakan,Kementan sudah memanjakan para pelaku usaha yang ingin mengurus perizinan ekspor dengan memangkas waktu. Yakni , yang duluk hendak mengekspor barang memerlukan waktu 13 hari  untuk mengurus izin , kini hanya 3 jam semua sudah kelar secara online.

 

Penulis : widias
Editor   : wied