Merokok Sembarangan Diancam Penjara Tiga Hari

2.5K

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) menyerahkan empat Raperda kepada Ketua DPRD Tongat, dalam rapat paripurna, Kamis (4/7). (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA, WAWASANCO- Pemkab Purbalingga menyerahkan Raperda tentang Kawasan Tanpa Rokok kepada DPRD, Kamis (4/7).  Penyerahan dilakukan oleh Bupati Dyah Hayuning Pratiwi kepada Ketua DPRD Tongat dalam rapat paripurna.  

“Empat Raperda kami serahkan. Satu diantaranya tentang Kawasan Tanpa Rokok. Peraturan ini mendapatkan perhatian banyak pihak,” kata Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi).

Pasal 23 Raperda itu mengancam siapapun yang merokok di tempat terlarang dengan sanksi kurungan tiga hari dan/atau denda Rp 100 ribu. Sedangkan pasal 24 mengancam pedagang termasuk sales rokok keliling dengan pidana kurungan tiga bulan dan/atau denda Rp 1 Juta.

"Ada tujuh tempat yang akan menjadi kawasan tanpa rokok," tutur Kabag Hukum Setda Purbalingga, Sugeng Subroto

Masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan, tempat belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum. Selain angkutan umum dan tempat umum,

kawasan bebas asap rokok itu ditentukan hingga pagar terluar. "Kawasan tanpa rokok juga wajib menyediakan ruangan khusus merokok dengan syarat tertentu," ujarnya.

Ketua FPDIP DPRD Purbalingga, HR Bambang Irawan mengatakan  pihaknya   sepakat dengan adanya Raperda tersebut.  Salah satu ilustrasinya adalah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan epidemi tembakau sebagai masalah kesehatan masyarakat terbesar dengan lebih dari 8 juta orang meninggal di seluruh dunia. Tujuh juta kematian di antaranya adalah akibat pemakaian langsung, sementara 1,2 juta kematian adalah perokok pasif.

“Dengan bertambahnya jumlah perokok pemula di Indonesia, risiko kesakitan dan kematian pada usia muda ikut meningkat. Akibatnya adalah meningkatnya beban biaya kesehatan yang akan ditanggung BPJS Kesehatan dan keluarga, keluarga juga kehilangan pendapatan ekonomi akibat meninggalnya anggota keluarga, dan secara nasional akan memengaruhi kemampuan meningkatkan ekonomi,” imbuhnya.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt