Dana Mengendap Sebabkan Koperasi Mati


Agustinus Aji P, Manager CU Lestari Wonosobo, tengah memberikan materi dalam acara worshop "Peningkatan dan Pengembangan Usaha Koperasi" di Gedung Sasana Adipura Kencana Wonosobo. Foto : Muharno Zarka

WONOSOBO-Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Wonosobo Ir H Agus Suryatin MSI mengatakan tingginya tingkat idle money atau dana mengendap yang dialami koperasi menyebabkan lembaga ekonomi tersebut mati. "Dana mengendap menjadi salah satu permasalahan yang banyak dialami oleh koperasi dewasa ini. Apabila tidak segera diatasi masalag tersebut bisa jadi bumerang bagi perkembangan koperasi ke depan", katanya. 

Agus Suryatin mengatakan hal tersebut pada acara Workshop "Peningkatan dan Pengembangan Usaha Koperasi serta Sarasehan HUT ke-72 Koperasi" di Gedung Sasana Adipura Kencana, Wonosobo, kemarin. Acara tersebut diikuti 200 pengurusn, pengelola dan pengawas koperasi yang ada di Wonosobo. Mereka merupakan pelaku ekonomi yang bergerak dalam usaha simpan pinjam, perdagangan, jasa dan produksi UMKM.

Menurut Agus, koperasi perlu memikirkan alternatif usaha baru atau melakukan spin off (pengembangan usaha) untuk menekan dana mengendap. Dengan usaha baru yang beraneka ragam, koperasi tidak hanya mengandalkan hasil usaha dari satu bidang saja.  "Melalui workshop ini diharapkan para pengurus koperasi dapat memperluas wawasan mengenai pengembangan usaha koperasi dan membangun jaringan kerjasama usaha koperasi produksi maupun jasa,” tambahnya.

Persaingan Global

Di era reformasi industri 4.0 saat ini, imbuhnya, juga menjadi tantangan tersendiri bagi koperasi. Pelaku koperasi tidak bisa berdiam diri menyaksikan perkembangan teknologi yang semakin pesat tapi berani menyesuaikan diri dengan kemajuan tehnologi.

Wakil Bupati Wonosobo Ir Agus Subagiyo MSi saat membuka workshop menyampaikan di era globalisasi ini, koperasi dihadapkan pada persaingan global. Jika tidak berusaha melakukan inovasi usaha, koperasi akan tergulung perkembangan zaman. "Manusia, baik sebagai individu maupun mahluk sosial, dituntut dapat menguasai teknologi dan informasi, memiliki inovasi dan daya kreasi. Dapat mengembangkan komunikasi dan mahir bernegosiasi agar dapat berkembang", katanya.

Untuk itu, ajaknya, mari semua pelaku koperasi menyikapi berbagai tantangan dan perubahan akibat globalisasi tersebut, dengan penuh kebijaksanaan dan keteguhan iman. Pelaku koperasi dapat menerima dan belajar untuk mengikuti perubahan.

Dalam workshop tersebut bertindak sebagai pembicara Arsad Dalimunte, SE Akt (Kopkun Institute Purwokerto dan Ketua Dekopin Banyumas), Ir H Saat Suharto Amjad (Ketua KSPPS Tamzis Bina Utama) dan Agustinus Aji P (Manager CU Lestari).  Materi yang disampaikan pembicara meliputi berbagai usaha yang dikembangkan oleh koperasi, jati diri koperasi, pendidikan koperasi, jaringan usaha, dana perlindungan bersama koperasi dan pengembangan koperasi di era industri 4.0.

Penulis : Muharno Z
Editor   : edt