Selamatan Pazaarseni, TBRS Bakal Dipenuhi Stan Berbagai Karya Seni

389

Wakil Sekretaris Dewan Kesenian Semarang Daniel Hakiki menyerahkan potongan tumpeng selamatan Pazaarseni 2017 kpada ketua panitia Gunawan. Foo: Wuryanto

SEMARANG- Ketua Panitia Pazaarseni 2017, Gunawan Efendi mengatakan, pameran kesenian tahunan Semarang, Pazaarseni kembali digelar tahun ini. Kegiatan yang diprakarsai Dewan Kesenian Semarang (Dekase) tersebut akan berlangsung kontinu selama empat tahun.

“Tahun ini kami gelar tiga hari, dari tanggal 20 sampai 22 Oktober di area TBRS. Konsep mulai 2017 ini berkelanjutan selama empat tahun mendatang. Tahun ini adalah pintu gerbang menuju 2018 sampai 2020 nanti dengan pelaksanaan yang lebih besar,” kata Gunawan saat selamatan Pazaarseni 2017 di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Jumat (29/9) malam.

Dia menjelaskan, Pazaarseni 2017 lebih menguatkan pelatihan dengan peserta pelajar dan mahasiswa. Mengusung tema ''Im Creativity'', setiap hari digelar pukul 09.00-21.00 WIB.

“Ada empat bagian acara, yakni pameran dan bazar seni, pelatihan, diskusi dan pemutarn film, lomba dan pameran, serta pertunjukan,” tuturnya.

Pameran dan bazar seni akan berisi pasar seni rupa dengan 20 stan luar ruangan di pelataran TBRS. Berisi pasar lukisan, patung, dan benda-benda seni lainnya. Menghadirkan karya-karya seniman dari berbagai wilayah di Indonesia.

Menurutnya, ragam bentuk karya seni dari berbagai macam kecenderungan aliran dan tema. Penggemar karya seni atau mereka yang sekadar membutuhkankarya seni untuk melengkapi interior ruang, bisa bertemu langsung dengan senimannya serta melakukan negoisasi dan transaksi.“Beberapa seniman kemungkinan besar juga menyediakan waktu khusus untuk melayani tema-tema karya tertentu yang diinginkan pengunjung,” paparnya.

Selain itu terdapat pameran komunitas seni yang diisi oleh berbagai komunitas seni dari berbagai latar belakang fokus kekaryaan, pameran instalasi di empat lokasi luar ruangan, pameran industri kreatif, pameran karya pelajar dan mahasiswa.

Komunitas

Di pelatihan, diskusi dan pemutaran film akan mengelar pelatihan video art berkuota 50 peserta selama sehari, pelatihan seni rupa untuk siswa berkuota 50 peserta selama dua hari, diskusi manajemen seni berkuota 100 peserta, serta pelatihan dan pemutaran film selama dua hari bekerja sama dengan Jogja-Netpac Asia Film Festival.“Kami gelar pameran mural di dinding pembatas Wonderia dan TBRS, pertunjukan musik oleh pemusik Semarang, performance art,'' ungkapnya.

Sekretaris Panitia Pazaarseni 2017, Adhitia Armitrianto menjelaskan sasaran pengunjung adalah seniman atau pekerja seni, masyarakat umum, pemerhati seni dan budaya, pelajar, mahasiswa, dan akademisi. Saat ini, karya mural sepanjang 27 meter sudah bisa disaksikan saat mengunjungi TBRS. ''Kami didukung komunitas-komunitas. Karya mural itu termasuk, gambar yang memaknai keberagaman. Ada pula komunitas seni rupa New Raden Saleh, dan komunitas musik,'' ucap Adhitia.

Ketua 1 Dekase Marco Marnadi mengungkapkan gelaran ke empat Pazaarseni diharapkan mampu tambah mengangkat citra kesenian di Semarang. Kali pertama, Pazaarseni dihelat pada 2014 yang diikuti berbagai kalangan, khususnya masyarakat seni rupa nasional. “Tercatat ada sekitar 30 peserta dari Semarang, Jakarta, Tangerang, Situbondo, Klaten, Magelang, Bekasi, Salatiga, Jember, Cirebon, Kendal, Demak,” katanya

 

 

 

Penulis : sho
Editor   : wied